Header Ads

Abjan Sofyan: Sejumlah Pos Anggaran Digeser Untuk Pencegahan Covid-19





Aspirasikabar.net - Morotai, bantuan sembako oleh pemerintah daerah terhadap masyarakat tujuannya adalah saat kebijakan pemerintah terkait locksteril masyarakat itu ada pemberdayaan sesuai instruksi persiden.

Menyangkut masalah kesehatan, ekonomi,  jaring sosial, ketiga hal ini harus menjadi tanggung jawab pemerintah.

Terkait kesehatan mulai dari obat-obatan, peralatan kesehatan, masker sampai pelayanan kesehatan.

untuk jaring sosial berupa bantuan sembako terhadap masyarakat secara bertahap berupa beras 5 kg, sabun cucu dan fitamin, kemudian susu dan telur bagi lansia di tahap pertama.

Di tahap kedua nantinya beras menjadi 10 kg, kemudian penambahan gula, sabun dan minyak kelapa serta di tahap ketiga beras 10 kg juga terigu, telur, sabun, gula, dan minyak kelapa itu yang di rencanakan.

Kemudian disamping itu lansia, sibilitas dan gizi itu yang di programkan.

Selain itu ekonomi, yaitu pemberdayaan bidang ekonomi, salah satunya untuk hotel dan penginapan, 

Begitu juga pemutusan hubungan kerja itu yang sudah di kaji oleh pemerintah dan sementara dalam tahap pembahasan mungkin saja mereka di berikan intensif. Kemudian bagi koperasi, usaha bentor, kendaraan penumpang yang terdaftar dan usaha kecil dan menegah lainya akan di berikan bantuan modal usaha.

Jadi untuk tangani covid-19 pandangan orang bahwa anggarannya besar pada hal tidak ada uangnya itu hanya yang di programkan harapannya kalau ada bantuan dari provinsi maupun pusat agar bisa menutupi kebutuhan itu.

Uang yang di programkan sebanyak 47 meliyar sekian hanya merupakan program tapi uangnya tidak ada.

"jadi kita menghayal agar berusaha untuk mendapatkan uang agar menutupi pembayaran hotel dan penginapan, konsumsi, dan lainya nah, untuk sementara ini kita gunakan anggaran tak terduga".

Dan akan di potong setiap anggaran yang ada di pemerintah daerah berupa perjalanan dinas, anggaran yang penggunaannya tidak terlalu penting,
kegiatan-kegiatan di dinas semuanya di pangkas baik anggaran sosialisasi, anggaran perjalanan dinas termasuk anggaran kegiatan untuk festival Morotai tahun 2020, jadi hanya bergeser anggarannya saja dari kebutuhan yang tidak terlalu penting ke penanganan covid-19.

Sementara untuk belanja wajib yang tidak di pangkas yaitu,TKD, lansia, kesehatan, pendidikan, gizi buruk dan lainya.


"Jadi kalau dana kesehatan dari dinas kesehatan pergeseran dari dana DAK perubahannya di situ saja bukan ada penambahan makanya yang terjadi hanya pergeseran anggaran".

sedangkan untuk satgas sendiri bekerja tampa ada honor dan bekerja secara ikhlas serta sukarela hanya makannya yang di tanggung. 

Setiap kantor dan petugas keamanan yang di tugaskan bekerja piket siang dan malam di tempat-tempat karantina itu bekerja tampa ada honor mulai dari jam 8 pagi hingga sore hari dan lanjut di malam hari.(oje)

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.