Header Ads

HYU Ketum DPN-Gercin Minta Panglima TNI Mengevaluasi Anggotanya Di Papua


Aspirasijabar.net Jakarta,- Hendrik Yance udam Ketua umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (DPN-Gercin ), yang lebih akrap di sapa dengan istilah bung HYU kepada media ini kamis (16/04/20) Via Phonsel, meminta kepada Bapak Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk kiranya dapat menertipkan dan mengevaluasi prajurt TNI yang ada dalam penugasan di papua.

“Kami minta panglima TNI kiranya dapat menertipkan anggota TNI yang bertugas di papua dan memberikan sanksi tegas bagi anggota TNI yang terkesan brutal terkait paska Betrok yang terjadi antara TNI dan Polri di kabupaten mamberamo raya beberapa hari lalu dan menewaskan tiga anggota polri yaitu (Alm.Briptu AlexSander Ndun), Anggota Sat Reskrim , (Alm.Briptu Marselino M Rumaikey) Anggota Sat Reskrim , (Alm.Bripda Yosias Dibangga) Anggota Sat Sabhara, Serta beberapa diantaranya mengalami luka – luka,” pinta Bung HYU.

“Ironisnya bukan hanya itu saja, melainkan anggota TNI telah salah menembak masyarakat sipil yang ada di timika provinsi papua, dan menewaskan dua orang pemuda papua beberapa hari lalalu yang terjadi di timika papua .” Tegas HYU Tokoh nasional asli papua ini.

Lebih Lanjut HYU mengatakan bahwa TNI adalah kebangaan rakyat Indonesia, TNI lahir dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat . Oleh sebab itu profesionalisme TNI lebih lagi di junjung tinggi sehingga dapat melindungi rakyat Indonesia dari ancaman yang datang dari dalam negri maupun luar negri.

HYU juga menjelaskan bahwa untuk membuat orang papua mencintai Indonesia bukan dengan tima panas di balik moncong senjata namun melalui pendekatan – pendekatan idieolgis berbasis kearifin local dan kesejahtraan.

“ Kalau Negara menggunakan pendekatan militer untuk membuat orang papua mencintai Indonesia hal tersebut sangat sulit, tetapi justru membuat orang papua tidak simpati dengan kehadiran militer di tanah papua. Orang papua populasinya sudah sangat sedikit di bumi ibu pertiwi, ada yang mati karena penyakit, mati karena lakalantas, mati karena di tembak oleh aparat TNI/POLRI dan mati karena di stigmanisasi sebagai kelompok sipil bersenjatah atau kelompok Organisasi papua merdeka, “ jelas HYU.

“ sangat tidak masuk akal sekali yaitu alat negara di pakai untuk menembak rakyatnya sendiri, alat negara atau senjata tersebut seharusnya di pakai untuk menembak musu – musu Negara yang mengancam kedaulatan Negara,’’ ujar HYU.

Lanjut HYU. “Oleh sebab itu kami meminta Bapak Panglima TNI untuk kiranya dapat mengevaluasi seluruh prajurit TNI yang di turunkn di tanah papua di beri pemahaman terlebih dahulu tentang kearifan local di papua serta juga dapat memproses hukum oknum – oknum anggota TNI yang tidak professional serta mencoreng citra TNI dalam penugasan di papua, agar Hal seperti ini kedepannya tidak boleh lagi terjadi di kemudian hari di seluruh wilayah hukum Indonesia serta hal tersebut juga harus dijadikan proses pembelajaran bersama,” Harap HYU. (Fian).

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.