Header Ads

Khutbah Jumat 23 Sya’ban 1441 H 16 April 2020 M ( Makna Ramadhan ) Oleh : Ust. Cepi Nurzaman


ust.Cepi Nurzaman

Aspirasijabar.net

Bismillahirrahmanirrahim
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ إِلَى الْيَوْمِ الَّذِيْ نَلْقَاه
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
أمّا بَعْدُ
Hadirin Rohimakumullah,

Puji serta syukur marilah kita panjatkan ke hadirat illahi rabbi, Allah Swt., yang telah memberikan segala rezeki hingga kini. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada sang khatimul anbiya, nabi Muhammad Saw, juga kepada keluarga, sahabat, tabiin hingga semoga bisa sampai kepada kita selaku ummat yang berusaha senantiasa mengikuti jejak langkahnya. Aamiin.

Hadirin Rahimakumullah,

Tak terasa Ramadhan tinggal menghitung hari, salah satu kewajiban kita dalam rangka menghadapi Bulan Ramadhan adalah adalah irtifaul Ilmi ( ارتفاع العلم ) yaitu meningkat ilmu sebagai bentuk kesiapan kita. Nah dalam kesempatan ini saya akan menyampaikan tentang makna Ramadhan.

Penyebutan Nama Ramadhan ada dalam Quran surat Al Baqarah 185 :

شهر رمضان الذى انزل فيه القران هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان فمن شهد منكم الشهر فاليصمه ومن كان مريضا او على سفر فعدة من ايام اخر يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ماهدكم ولعلكم تشكرون

“Bulan Romadhan adalah (bulan) yang di dalamnya di turunkan Al Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda ( antara yang benar dan yang batil ). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan ( dia tidak berpuasa ), maka ( wajib menggantinya ), sebanyak hari yang di tinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan menganggungkan Allah atas petunjuk-Nya yang di berikan kepadamu, agar kamu bersyukur.” ( QS. Al-Baqarah : 185 )

Apa makna Ramadhan?

Secara bahasa ramadhan itu di ambil dari lafadz رمض-يرمض-رمضا yang artinya adalah panas, maka di tambahkan pada lafadz رمضا di akhir lafadnya huruf ان menjadi رمضان maka artinya adalah lebih panas ( للمبالغة ) jadi Romadhon itu artinya sangat panas atau lebih panas.

Menurut Syara / istilah : Ramadhan adalah bulan pembakaran dosa atau peleburan dosa sebagaimana perkataan imam Ashobuni dalam tafsir ayat-ayat ahkamnya

وقيل : انما سمي رمضان لانه يرمض الدنوب اي يحرقها

Dikatakan : “Sesungguhnya di namai Ramadhan karena bulan itu akan memanaskan dosa-dosa atau akan membakarnya.”

Rosulullah pernah di tanya tentang ramadhan :

يارسول الله ما رمضان قال : ارمض الله فيه ذنوب المؤمن وغفرها لهم، قيل : فشوال قال: سالت فيه ذنوبهم فلم يبق فيه ذنب الا غفره.(الدر المنثور فى التفسير بالماثور للسيوطي -2:207)

“Wahai Rasulullah apa Ramadhan itu ? Ia bersabda Allah membakar dosa-dosa orang mu’min dan mengampuninya pada bulan itu. Kalau Syawwal ? Ia bersabda ; matinya (hilang) dosa-dosa pada bulan itu sehingga tidak tersisa satupun dosa kecuali diampuni Allah.”

Hadirin Rohimakumullah,

Jadi jelas bahwa Ramadhan itu adalah bulan pembakaran dosa-dosa melalui ampunan dari Allah swt.

Apakah secara otomatis ketika kita masuk bulan Ramadhan dosa-dosa kita dibakar oleh Allah sampai habis ? Tentu tidak. Terlalu enak dan mudah sekali kalau tanpa ada usaha dan pengorbanan, lalu dosa kita terhapus begitu saja. Pastinya ada amalan-amalan yang bisa kita lakukan.

Di dalam hadits dijelaskan, ada tiga amalan yang akan membakar dosa-dosa kita di bulan Ramadhan atau Allah akan mengampuni dosa-dosa kita.

Yang pertama ibadah Saum.

عن ابى هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من صام رمضان ايمانا واحثسابا غفر له ماتقدم من ذنبه ( رواه البخاري )

“Dari Abu Hurairah mudah-mudahan Allah meridhoi kepadanya, dia berkata : telah Bersabda Rasulullah SAW. : Barang siapa yang saum di bulan Ramadhan karena iman (kepada Allah) dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Bukhori)

Yang kedua Ibadah qiyamuramadhan (tarawih).

عن ابى هريرة رصي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من قام رمضان ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barang siapa yang melaksanakan qiyamu ramadhan ( tarawih ) pada bulan ramadhan karena iman (kepada Allah) dan mengharap pahala, maka akan di ampuni dosa-dosanya yang terdahulu”
(HR. Bukhori)

Yang ketiga menegakkan lailatul qodar.

عن ابى هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من يقم ليلة القدر ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barang siapa yang akan menegakkan lailatul Qadr karena iman dan mengharap pahala, maka akan di ampuni dosa-dosanya yang terdahulu.”
(HR Bukhori )

Hadirin Rohimakumullah,

Jadi Ramadhan itu maknanya adalah bulan pemanasan atau pembakaran dosa melalui ampunan Allah dengan tiga amalan pokok pada bulan Ramadhan, yang akan mendatangkan ampunan Allah, sehingga dosa-dosa kita di bakar oleh Allah Swt. yaitu, ibadah puasa, Qiyamuramadhan ( tarawih ) dan menegakkan lailatul Qodr.

Tentu saja di bulan ramadhan kita tidak cukup dengan mengandalkan tiga amalan itu tapi kita harus berusaha melaksanakan amalan-amalan yang lain yang akan memantapkan turunnya ampunan dari Allah kepada kita dan meraih pahala yang lebih banyak dari Allah selama bulan Ramadhan dan target dari Ibadah puasa untuk menjadi orang yang bertakwa bisa kita raih.

Mungkin sekian yang bisa saya sampaikan, mudah – mudahan bermanfaat untuk kita semua dan Allah senanatiasa memberikan hidaya taufik supaya kita bisa mengamalkan. Aamiin

بارك الله لى ولكم

Khutbah ke 2

(Beni).

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.