Header Ads

IPDN Rayakan Idul Fitri Dinilai Lawan Arus PSBB


Perayaan Idul Fitri IPDN Jatinangor

Aspirasijabar.net- Perayaan dan halal bihalal Idul fitri sudah jadi tradisi yang tidak bisa dilepaskan ditengah - tengah masyarakat indonesia
Tak terkecuali Kampus IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) melakukan hal yang sama, 

Sayang kegiatan perayaan kali nampaknya IPDN diduga melawan arus tak mengindahkan anjuran pemerintah terkait physical distancing, dan tidak berkerumun untuk mencegah penularan Covid-19.

Pasalnya, Kampus IPDN Jatinangor justru mengumpulkan para prajanya untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah di Gedung Nusantara Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu 24 Mei 2020.




Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak media dari narasumber salah satu praja IPDN yang enggan disebutkan identitasnya, perayaan Hari Raya Idul Fitri di Kampus IPDN Jatinangor melibatkan ribuan praja dan ASN. Apalagi ada hiburan bernyanyi. Penyanyinya didatangkan dari wilayah zona merah.(DKI Jakarta)

“Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat dan praja IPDN itu berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB,” katanya kepada awak media , Senin 25 Mei 2020.

Salah Satu Tokoh Masyarakat setempat( HR) sangat menyayangkan kejadian ini ," Ini ada keanehan kalo ada acara kumpul plus hiburan dilaksanakan tetapi pelaksanaan Salat Idul Fitri secara bersama-sama atau berjamaah di lapangan maupun di masjid tidak dilakukan. Padahal, melaksanakan Salat Idul Fitri lebih utama.," ungkapnya geram.

Dari foto yang awak media peroleh jelas sekali .ada beberapa praja yang joget sama penyanyi yang tidak pakai masker.

Menurutnya,sumber yang diperoleh awak media perayaan itu memang sengaja dilakukan secara diam-diam. Pasalnya, informasinya tidak dipublikasikan secara luas. Padahal, sebagai instansi pemerintahan, pihak IPDN harusnya transparan kepada masyarakat terkait apapun kegiatan yang dilakukan di lingkungan kampusnya.

“Tapi Untung saja foto-fotonya tersebar meluas. Jadi semua masyarakat tahu dan bisa menilai sendiri apa yang dilakukan oleh pihak IPDN ini. Dimana pemerintah dan masyarakat lagi berjuang, ini malah melanggar,” ujar salah satu narasumber.

Sementara itu, untuk memgkonfermasi kebenaranya , awak media melalui whatsApps memcoba memghubungi Kepala Biro Kerjasama dan Hukum IPDN Baharuddin Pabba ,
“Benar, hari kemarin IPDN ada acara. Acaranya hanya makan siang saja bersama praja, dan acaranya pun tetap dalam standar protokol Covid-19, bermasker, berjarak dan tidak bersalaman,” kilah Baharuddin Pabba ,Senin 25/5/2020

Baharrudin juga tak menampik jika kegiatan tersebut mendatangkan beberapa penyanyi yang berasal dari Jakarta.

“Bukan artis ya, tapi penyanyi untuk menghibur praja, tetapi didahului oleh tausiah dari ustaz untuk memberikan semangat,” tuturnya.

Dikatakan Baharrudin, kegiatan tersebut digelar atas ijin pimpinan Kemendagri. “Para pimpinan IPDN (terbatas) hadir di ruang makan Praja untuk makan, dan memberi semangat kepada Praja yang sudah dua bulan lebih tidak bisa kemana-mana karena mereka terus berada di dalam kampus,” pungkasnya.

Peristiwa IPDN ini cukup memjadi perhatian masyarakat Indonesia , bahkan IPW (Indonesia Police Watch), melalui Ketua Presidiumnya ,Neta S Pane.ikut angkat bicara ,Senin 25/5/2020

Seperti dilansir di beberapa media TV Nasional , Ketua Presidium IPW, Neta S Pane berharap Mendagri Tito Karnavian menindak tegas para pejabat IPDN yang mengizinkan acara pengumpulan massa ini. Dari data dan foto yang diterima IPW, halal bihalal itu dilakukan bersamaan dengan Perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H pada 24 Mei 2020, siang.

“Acara yang melanggar PSBB ini sangat disesalkan. Bagaimana mungkin, para calon birokrat itu bisa seenaknya melanggar ketentuan Pemeritah dan melanggar PSBB. IPW sudah melaporkan pelanggaran berat PSBB ini kepada Mendagri, yang membawahi IPDN. Diharapkan ada tindakan tegas dari Mendagri terhadap kasus ini,” kata Neta

“Tentunya hal ini sangat tidak sesuai dengan Kebijakan Pemerintah yang justru tengah giat giatnya memberlakukan PSBB dalam rangka menekan penularan Covid-19. Anehya lagi, acara ini dilaksanakan atas perintah Rektor IPDN, dengan alasan untuk menghibur Praja yang selama ini melakukan karantina di kampus,” sambung Neta.

,"ini juga jelas melanggar Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 36 tahun 2020.," tegas neta

,", IPW juga sudah meminta Polda Jabar mengusut kasus ini, apakah acara ini memiliki izin atau tidak," pungkasnya (Budi)


No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.