Header Ads

Mariska Lubis, SE, MIntS. : Ekonomi Islam Berbasis Teknologi Sebagai Solusi, Kenapa Tidak?


Aspirasijabar.net – Apa yang ditakutkan dari ilmu pengetahuan? Dari Mana pun asal ilmu pengetahuan itu, tetap saja ilmu pengetahuan yang bisa berguna dan bermanfaat, termasuk ilmu pengetahuan soal ekonomi Islam. Ditambah kombinasi penerapannya dengan teknologi, bisa menjadi solusi atas masalah ekonomi yang terjadi saat ini.

Soal Bansos yang saat ini sedang banyak diharapkan bisa diterima oleh rakyat, sebagai contoh. Semestinya tidak perlu sampai ada masalah bila data itu dibuat secara terbuka dikontrol masyarakat langsung. Teknologi sudah sangat canggih untuk bisa memenuhi kebutuhan data ini, tergantung niat dan implemetasinya saja. Begitu juga untuk urusan dananya, semestinya pemerintah tidak perlu pusing, sebab bila ada kejujuran dan keterbukaan, maka sangat mudah rakyat bersatu dan saling membantu.

Dana bantuan sebesar 5T sebagai contoh lagi, bila dibagi 1 juta orang, maka dengan menyumbang Rp. 500.000,- dari masing-masing, akan tertutup semua kebutuhan. Bisa diberikan juga dengan tulus dan ikhlas bila rakyat percaya, dengan bukti-bukti yang diketahui semua, tanpa ada penyelewengan dan korupsi. Itu contoh dari penerapan ekonomi Islam berbasis teknologi yang sederhana. Tidak sulit sebenarnya, kan?

Tidak hanya itu, sistem ini bisa diterapkan di semua bidang, dan bisa membuat rakyat bisa mendapatkan kesejahteraan. Uang tetap berputar, dan tidak perlu ada hutang, sebab semua bisa berbagi. Malah dengan penerapan sistem ekonomi Islam, semakin berbagi semakin kaya. Ini bukan hanya sekedar slogan semata, tetapi bisa dibuktikan.

Sebagai contoh lagi, misalnya masalah permodalan bagi peternak dan petani. Sebenarnya ini bisa diatasi dengan membuat pengelolaan secara terbuka, siapa saja bisa membantu peternak dan petani dalam hal permodalan. Dengan teknologi, setiap perkembangan bisa terpantau secara up to date an langsung, mulai dari awal hingga akhir. Hasil dan keuntungan pun bisa dilihat dan disaksikan langsung oleh banyak orang, sehingga kemungkinan untuk terjadi kecurangan bisa diminimalisasi. Sulit untuk ingkar dan berdusta, karena ekonomi Islam pasti menggunakan sistem desentralisasi.

Ekonomi Islam bukan hanya sekedar istilah syariah dan muamalah, tetapi benar bisa diterapkan dan menjadi solusi bila dipelajari dengan baik dan diterapkan. Selama ini, sistem ekonomi Islam belum diterapkan, sementara sistem ekonomi sentralisasi yang diterapkan dunia sudah terbukti tidak membuat dunia dan kehidupan menjadi lebih baik. Teknologi yang terus berkembang pun banyak yang digunakan untuk memenuhi ambisi, kerakusan, dan kejahatan semata. Teori-teori ekonomi pun gagal dalam penerapannya, diakui tak diakui, disadari Tak disadari.

Pengetahuan soal ekonomi Islam masih sangat minim, sudah waktunya dipelajari dan diterapkan dengan lebih baik lagi. Generasi muda terutama, jangan puas hanya dengan ilmu-ilmu yang banyak dilontarkan ke publik dan di sekolah. Cari ilmu sebanyak-banyaknya, dan belajarlah sebagai hormat dan sujud hanya pada Allah. Kita semua butuh solusi bukan sekedar basa basi. By Mariska Lubis, SE, MIntS. (Dewi Suparyani/Laela Hayati/Siti Halimah)

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.