Header Ads

Desa Sukamulya Realisasikan 20 Titik Sarana Air Bersih Dan Pertanian, Garut



Aspirasijabar | Garut- Desa Sukamulya selama tiga Tahun telah merealisasikan 20 titik sarana air bersih untuk masyarakat yang rawan kekeringan. Dimana sudah 18 titik, Pemerintah Desa Sukamulya melaksanakan pembuatan Sumor Bor, dan 2 titik melaksanakan pipanisasi Sumur Artesis. 

Terakhir pemasangan pipanisasi di dua wilayah Kampung Babakan Rahayu Rw.12 dan Kampung Sukarahayu Rw. 09, Desa Sukamulya Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, Jum'at, 14/08/2020.

Kepala Desa Sukamulya Jono mengucapkan Trimakasih kepada Pemerintah Pusat, serta menyampaikan terkait banyaknya sarana air bersih (Sumur Bor) yang ada di Desa kami, itu semua merupakan kerja sama dengan semua pihak;  Baik dari unsur Lembaga Desa, unsur Pemerintahan Desa, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kabupaten Garut, maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Ucapnya.

Menurutnya, terkait pemasangan pipanisasi Sumur Artesis yang dikerjakan secara Swakelola, untuk sarana air bersih yang dikerjakan pihak ke-3, yang dimulai pada tanggal, 01/08/2020, dan selesai uji coba pada hari Rabu,12/08/2020. 

Alhamdulillah air bersih dapat mengalir ke tangki air berkapasitas 2.000 Liter yang berada di dua titik; untuk Kampung Babakan Rahayu Rw.12, dan Kampung Sukarahayu Rw.09. Selain itu untuk sarana air bersih dari Sumur Bor yang bersumber dari Anggaran Dana Desa ada 18 Titik, kalau kita kalkulasikan ada Enam titik Pertahun, Ungkapnya.

Dalam pelaksanan program pipanisasi waktu itu dihadiri oleh; Brigadir. Irfan Santana (Bhabinkamtibmas), Serda Idan Sarifudin (Babinsa), Indra Fauzi Rahman  (Sekdes), Sumardi (Bendahara), Ade Juariah (Pendamping Teknik Desa), Ohim (Ketua Rw.12), Musliman (Ketua Rw.09) dan Aceng Jam-Jam (Ketua Dusun I). 
Selain itu sesuai Aspirasi masyarakat untuk pengeboran air, untuk sarana air bersih, dan pengairan areal pertanian sudah terlaksana baru 18 titik, antara lain;

1.Kampung Panyaweuyan Dua titik,
2.Kampung Banjarsari Dua titik,
3.Kampung Sukasenang Dua titik,
4.Kampung Sukasirna Dua titik,
5.Kampung Sukarendah Satu titik,
6.Kampung Babakan Sukarendah Satu titik,
7.Kampung Sukagalih Dua titik,
8.Kampung Bangong Satu titik, 
9.Kampung Sukamulya Dua titik,
10.Kampung Babakan Rahayu Satu titik,
11.Kampung Sukarahayu Satu titik,
12. Kampung Ciloa Satu titik. 
Dimana Anggaran Dana Desa tersebut sebesar Rp.15.000.000,- (Lima belas juta rupiah) pertitik, Pungkasnya.


Hal senada disampaikan Sekertaris Desa Sukamulya Indra Fauzi Rahman, terkait anggaran pipanisasi merupakan program pusat yang dilaksanakan secara Swakelola oleh pihak ke -3 yang dilaksanakan oleh Masyarakat. 

Adapun program pipanisasi ini merupakan pengajuan pada akhir tahun 2019, dimana panjang pipanisasi yang diajukan panjang 1.000 Meter, namaun baru terlaaksana 400 Meter, masih ada kekurangan 600 Meter lagi untuk menjangkau kewarga Rw.01, yang selalu krisis Air bersih. Ucapnya.
Oleh karena itu kami berharap, untuk Dinas terkait untuk menyempurnakanya, untuk kepentingan Rw. 01 yang dimana sangat membutuhkan air bila dimusim kemarau panjang, selain itu diharpkan juga kedepan ada perubahan sitem pengoprasian dari manual menjadi otomatis pakai listrik. Harapnya.

Ketua Rw.12. Ohim (65 Th), yang dipercaya sebagai pemegang kunci mesin diesel, menjelaskan air sumur Artesis ini digunakan oleh masyarakat sejumlah 300 KK dan juga digunakan oleh petani, dimana luas areal pertanian sekitar 5 Hektar. 

Alhamdulillah, trimakasih kepada Pak lurah yang telah menjembatani pada tahun (2020) ini Sumur Artesis ini bisa berjalan kembali. Dimana selama 3 Tahun sempat berhenti. Tuturnya.

Menurut Ohim (65 Th) sebaiknya kalau bisa ada perubahan mesin dari diesel engkol ke listrik, alasannya keberatan warga tidak bisa menggunakan mesin diesel engkol. Karena hanya orang tertentu saja yang bisa menggunakanya, biasanya saya menyuruh dulu orang lain (akhli mesin giling padi) kalau mau menghidupkan mesin diesel engkol, Pungkasnya.

(Beni).

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.