Header Ads

Fakta Dan Stigma Negatif Bagi Yang Terkena Musibah Covid-19 Itu Salah Garut

Aspirasijabar | Garut- Fakta dan Setigma Negatif Covid-19 menjadi halusinasi bagi tiap insan (manusia), Fakta empirik yang terkena musibah Covid-19 itu benar adanya karena ada bukti yang diterima dari Kemenkes RI bulan April 2020, walaupun tidak terlihat oleh kasat mata, hasil Swab yang menjadi bukti sebagai penentu seseorang terkonfirmasi Positif Covid-19 atau tidaknya.

Kepala UPT Puskesmas Sukasenang dr. Sri Cahyatiningsih ditemui di kantor UPT Puskesmas Sukaseng Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa, 06/10/2020.

dr. Sri Cahyatiningsih menyampaikan terkait seseorang yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu dari hasil swab, bukan dari hasil rapid test, apapun yang kami sampaikan kepada gugus tugas Covid-19 itu dapat dipertanggung jawabkan secara medis, dan data untuk yang khusus terkonfirmasi positif Covid-19 data satu-persatu ada di Kami Khusus di Grup Dokter, dan untuk yang negatif dibuat dalam laman Exsel Secara umum, Ucapnya.

Lanjut dr. Sri Cahyatiningsih bagi keluarga yang terkena musibah Covid-19 diharapkan bersabar dan tidak perlu panik. Saya berharap jangan sampai memberi Stigma Negatif (pandangan yang buruk) bagi semua keluarganya, karena walaupun seseorang sudah terkonfirmasi Positif Covid-19 ada dalam satu rumah belum tentu yang lainnya akan terkena Virus Covid-19 bila imun seseorang itu baik, walau demikian tetap akan dilakukan swab secara masif (kontak tracing), Tegasnya.

Karena saat ini belum tersedia Vaksin Covid-19 sebaiknya melakukan pencegahan dengan sering cuci tangan pakai sabun, gunakan masker, jaga jarak sesuai anjuran kesehatan. Terkait bagi pasien yang meninggal memang betul virusnya ikut mati, dan Sopnya dimakamkannya sesuai protokol kesehatan, Imbuhnya.

Ketika awak media menemui salah satu petugas Dinas Kesehatan Garut menjelaskan pihak Dinas belum bisa merima tamu tatap muka mulai tanggal 21 September sampai dengan 10 Oktober 2020, dan pihak Dinas Kesehatan pun kebetulan sedang ada pertemuan dengan Bapak Bupati. Ucapnya.
Salah satu Tokoh Muhammadiyah Drs.H.Uwon Indawijaya (80 Th) menanggapi Terkait fakta dan Setigma Negatif Covid-19 bagi masyarakat awam sangat menghawatirkan sampai menjadi traumatik bagi lingkungan dan keluarganya setelah dikampungnya ada yang meninggal dimakamkan sesuai protokol kesehatan.

H. Uwon memaparkan sampai saat ini, masih merasa sedih  karena cucu kesayangan tidak mau berobat kerumah sakit sampai akhirnya meninggal dunia walupun itu sudah takdir, takut dikatakan Covid itu yang Pak Haji dengar, Ungkapnya.

Lanjut Haji Uwon kita sebagai Umat Islam mengingatkan dalam menghadapi musibah Covid-19 ini, sangat dipandang megelisahkan maka dari itu sebagai langkah ikhtiar tetap mengikuti anjuran Pemerintah, dan tetap istiqamah menjalankan ibadah sesuai anjuran Rasulullah SAW, yang diperintahkan Allah SWT tanpa ada tekanan-tekanan dari pihak manapun, Tuturnya.

Ada dua hal ujian hidup yang mesti akan diterima oleh setiap jiwa manusia pertama rasa takut akan mati, kedua khawatir kekurangan pangan atau kekurangan harta. Ini semua harus dihadapi dengan kesabaran untuk menghindari diri dari rasa takut yang berlebihan untuk tidak memberi stigma negatif atau mengucilkan pihak keluarga yang terkena musibah Covid-19.

Begitupun dalam menghadapi pandemi Covid-19 kita harus tetap istiqamah dalam beribadah secara berjamah, serta selalu menjaga kebersihan ditempat-tempat ibadah dan selalu berdo'a agar musibah ini cepat berakhir, sesuai apa yang dicontohkan Rasulullah Saw. Pungkasnya.

(Beni).

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.