Header Ads

Pasca Demo Omnibus Law, 8 Orang Aktifis Morotai Dinyatakan Reaktif Rapid Test


Aspirasijabar || Morotai - Pasca Demo Tolak UU Omnibus Law (Cipta Kerja) yang digelar Ratusan Mahasiswa Unipas Morotai dari berbagai OKP pada kamis (08/10/2020) kemarin, 8 Aktifis Mahasiswa Unipas dinyatakan Reaktif Rapid Test.

Berdasarkan Pwmantauan Media  pada kamis (08/10) ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Demo Tolak UU Omnibus Law yang digelar di Depan Kantor DPRD Morotai, terbagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama terdiri Gerakan Cipayung Plus Unipas Morotai, kelompok ke dua gabungan OKP dari Samurai Malut, SMI, Gamhas atau yang tergabung dalam KPR dan kelompok yang ketiga yakni dari LMND Morotai.

Selanjutnya, pada aksi yang dilakukan LMND Morotai  sempat terjadi saling dorong-mendorong antara masa aksi dan Anggota Polres Morotai, tak lama kemudian sejumlah masa aksi dari LMND Morotai berhasil diamankan Anggota Polres dan di bawa ke Mako Polres Morotai.

Setibanya di Mako Polres Morotai masa aksi diambil simple Rapid Test Covid-19 oleh tim medis dan 8 Aktifis dinyatakan Reaktif Rapid Test maka langsung di Karantina.

Kapolres Morotai AKBP. Andri Hariyanto, S.I.K ketika dikonfirmasi media ini tepanya di Depan Kantor DPRD Morotai usai mengamankan Demo Tolak UU Omnibus Law Jilid II oleh ratusan Mahasiswa Unipas Morotai, Senin (12/10/2020), pihaknya membenarkan terkait 8 Aktifis Morotai yang dinyatakan reaktif rapid test.

"Iya, sejumlah mahasiswa (aktifis) di bawa ke Polres setelah di tes 8 orang dinyatakan reaktif maka kami komunikasi dengan satgas Covid-19 untuk di rawat (dikarantina)"ungkap Kapolres

Menurut Kapolres 8 Mahasiswa tidak di tahan tapi karena hasil testnya rekatif maka dibawa ke Hotel Molokai untuk di karantina.

"Mereka tidak di tahan, setelah tes mereka reaktif langsung di bawa ke Molokai (di Karantina) intinya mereka di bawa untuk di rawat diri, apalagi di situasi saat ini" pungkasnya (oje)

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.