Membangun Ekonomi Umat Pasca Pandemi -->

Membangun Ekonomi Umat Pasca Pandemi

7 Nov 2021, November 07, 2021
Pasang iklan



foto Istimewa

Aspirasi Jabar || Hidup harus terus berjalan. Mungkin kalimat itu begitu ringan didengar namun sangat kompleks dalam menjalankannya. Hampir semua sektor ekonomi terdampak oleh pandemi yang sedang kita hadapi ini. Dampak yang dialami dari pandemi yang hampir 2 tahun ini diantaranya semakin meningkatnya pengangguran dan menurunnya pendapatan. Dari satu masalah seperti halnya pengangguran yang didasari dari pemutusan hubungan kerja lalu menurunkan masalah lainnya seperti perceraian, kriminalitas dan lainnya.
Kini saatnya bahu membahu dan kolaborasi menjadi salahsatu “problem solving” dalam masalah ini. Ekonomi umat harus segera dibangun kembali. Bukan hanya dalam aspek fisik material namun juga aspek moral spiritual. Sebagai seorang Muslim sudah menjadi kewajiban untuk memegang konsep tauhid dalam segala sesuatu. Konsep tauhid didasarkan pada kapatuhan kita pada aturan Allah Swt. 

Para pemegang kebijakan di negara mayoritas Muslim harusnya tidak menjadikan aspek fisik material sebagai satu-satunya indikator keberhasilan pembangunan. Karena keberhasilan dari sisi material belum tentu menjamin kesejahteraan yang hakiki. Fakta menunjukkan di tengah keberhasilan aspek material banyak manusia yang semakin egois dan individualis serta tidak sedikit yang meninggalkan nilai kepeduliaan, kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan.

Keseimbangan antara aspek fisik material dan aspek moral spiritual akan menjadi jalan manusia itu mencapai kesejahteraan yang hakiki, kebahagiaan lahir dan batin serta mengembalikan manusia kepada hakikatnya. Manusia memiliki hakikat sebagai makhluk yang memiliki kemampuan untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya, memiliki tanggungjawab atas tingkah laku intelektual dan sosialnya.

Selain itu keseimbangan peran antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam membangun ekonomi umat. Keduanya harus saling mendukung dan proporsional bukan berlawanan. Pemerintah dan swasta harus berperan adil dan proporsional agar perekonomiam bisa berkembang dan memberikan dampak positif untuk seluruh masyarakat bukan sebagian.

Dalam kondisi seperti saat ini masyarakat perlu didukung dan diberi pemahaman bukan hanya tentang memperbaiki sisi materiil tapi juga sisi moril dan spiritual. Karakteristik masyarakatpun berbeda-beda dari kemampuan dan kemauan berusahanya. Ada masyarakat yang tetap tangguh dan tidak sedikit pula yang mengeluh lalu berhenti berusaha. 

Masyarakat yang memiliki kemampuan dan kemauan berusaha yang tinggi namun mereka kekurangan dari sisi materiil wajib diberikan solusi seperti halnya pembiayaan pengembangan usaha, bimbingan, konsultasi dan advokasi. Sedangkan masyarakat yang memiliki kemampuan dan kemauan yang kurang ditambah dengan keadaan materiil yang kurang pula perlu adanya pendekatan dan pemberdayaan yang lebih ekstra. Karena karakter masyarakat ini bisa jadi “toxic” dengan menganggap semua yang mereka alami adalah takdir yang tidak bisa dirubah. Dalam hal ini sangat perlu solusi yang berbeda diantaranya melalui pendekatan mental dan spiritual serta pemberdayaan dengan memberikan bimbingan teknis usaha, modal usaha dan pemenuhan kebutuhan primernya.
(Oleh Alin Novina, S.E., M.E.)

TerPopuler