Meski sudah melewati masa kerja 100 hari, program yang ditawarkan Bupati saat pemilihan kepala daerah lalu belum juga berjalan sesuai harapan.
Penyebabnya, adalah keberadaan sapi yang didistribusikan itu berasal dari Lombok yang jaraknya ribuan kilometer dari Banyuasin di Sumatera Selatan.
“Tekor lah mas, mau tidak mau diangkut lewat jalur laut. Bayangkan berapa lama perjalanan bisa-bisa sapinya pada mati di jalan,” ucap salah satu kontraktor asal Banyuasin yang minta identitasnya dirahasiakan.
Sehingga, rekanan atau kontraktor yang selama ini bekerjasama dengan Pemkab Banyuasin takut tekor jika memaksa mengambil proyek andalan Bupati Banyuasin itu.
“Dipastikan tekor, jadi banyak kawan-kawan lain malah menggarap proyek sapi Pak Bupati,” singkat dia. (opu)