Header Ads

Harlah PMII Ke-60 : Refleksi Peran Generasi Muda Untuk Negeri


Kusnadi Pengurus PMII Cabang Purwakarta (Grafis : Aspirasijabar.net)


Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam mengukir sejarahnya perjuangannya. Organisasi mahasiswa yang berdimensi kepemudaan ini sudah lama menjadi bagian dari sejarah NKRI.

Pada tanggal 17 April 1960 PMII dilahirkan di Surabaya, tepat pada tanggal 17 April 2020 PMII sudah menginjakan usianya yang ke 60. Tentu diusia sepertinya itu PMII menjadi organisasi yang sudah dewasa. Waktunya menjadi pelopor perubahan, menjadi advokat kaum-kaum mustad'afin.

Sementara perayaan hari lahir tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana perayaan Harlah kali ini dihadapkan pada Pandemi Covid-19. Tapi sudah barang tentu hal ini tidak menjadi penghalang bagi anggota dan kader-kader PMII untuk merefleksikan dan meneruskan perjuangan para pendahulunya.

Penulis mencoba menelisik hilir organisasi gerakan yang cukup besar ini. Dimana hampir setiap tahunnya merekrut ribuan anggota baru disemua titik kampus yang ada di Indonesia. Tentu hal ini menjadi modal besar utama bagi organisasi untuk melakukan perubahan besar. Selain jika hal tersebut dihargai dengan baik dikontrol dengan sistem yang baik, berjenjang dan terstruktur bisa dipastikan akan memberikan bonus demografi Indonesia Tahun 2045 dengan menyiapkan kader-kadee yang handal.

Tapi sebaliknya disnilah transisi, apakah hal ini bisa terjadi? Semua masih dalam bingkai yang sama kiranya, yaitu retorika saja. Pada akhirnyanya organisasi sebesar PMII ini masih terus dipertanyakan kontribusinya untuk negeri.

Tak heran dengan usia yang sudah lebih dari setengah abad itu, PMII masih bisa mengibarkan panji biru-kuning kebesarannya di tengah sejuta tantangan dan problematika yang ada. Problem dan tantangan bukan hanya datang dari luar, melainkan di dalam tubuh PMII masih banyak yang perlu untuk dibenahi dan dievaluasi kembali. Cara pandang, cara bepijak, hingga arah gerakan yang menjadi tantangan sebenarnya.

Saat ini dan kedepanya PMII harus mampu memproteksi dirinya dan memgambil peran bersama dalam masalah ekonomi, budaya, agama, politik, pendidikan, tekonologi dan lain sebagainya. Bukan sebagai penikmat tetapi sebagai aktor utama, mengingat hari ini banyak tangangan besar yang harus kita hadapi seperti membantu mempersiapkan Indonesia emas di tahun 2045 dan sebagai organisasi yang memiliki tujuan untuk memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia tentu bukan dengan peluru dan bau mesiu tapi dengan perjuangan.

Ilmu dan bakti kuberikan, adil dan makmur kuperjuangkan.

Selamat Harlah Ke-60 PMII


No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.