-->

Notification

×

Iklan

Fotografer Media Di Intimidasi Saat Meliput Giat PCR Swab Di Sebuah Toko Swalayan

18 Jun 2020 | Juni 18, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-06-18T09:30:30Z


Aspirasijabar.net-Kota Bogor. Seorang fotografer dari salah satu media lokal Radar Bogor bernama Sofyansyah mengaku mengalami tindakan intimidasi saat meliput kegiatan test Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Swab yang dilaksanakam tim medis Dinas Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor pagi ini di Toko Mitra 10, Jalan KH Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Kamis (18/6/2020). 

Bang Sof, sapaan akrabnya menuturkan, perlakuan intimidatif dari oknum petugas atau manajemen di toko swalayan tersebut dilakukan secara verbal juga tindakan dengan cara menyita, memeriksa dan menghapus foto dari alat komunikasi wartawan tersebut. 

Dia menjelaskan, saat aktifitas tes swab dipersiapkan, dirinya mengambil gambar kegiatan menggunakan handphone. Saat itulah, dirinya dihampiri 5 oknum petugas/manajemen yang menanyakan status keberadaan dirinya di lokasi tersebut. "Saya bilang masuk rombongan dinkes. Lalu mereka meminta tanda pengenal dan disuruh hapus gambar. Saya kasihkan handphone, diambil terus disuruh hapus kan. Ya dihapus oleh mereka," ungkap Sofansyah, Kamis (18/6/2020).




Belum puas dengan menghapus foto di handphone, sambung Bang Sof, para oknum petugas/manajemen toko swalayan tersebut juga melakukan pemeriksaan terhadap percakapan WhatsApp (WA). "Saya sempat protes dan bilang, jangan sampai sebegitu dong," bebernya. Namun oknum tersebut, masih kata Sof, justeru  malah meminta foto KTP dan Kartu Tanda Anggota Pers. "Saya keluarin dan difoto bolak balik oleh mereka," kata Sofyansyah.

( Boim / Fahry Ketua FWHBU )


Sofyan mengatakan, kekerasan verbal dialami karena dirinya diancam jika tidak menghapus dokumen yang sudah diliputnya. 
"Saya dibentak-bentak sama yang gemuk kayanya manager terus disuruh keluar. Dia bilang, ini internal bapak mau tanggung jawab tidak kalau wajah-wajah karyawan saya kelihatan nanti," kata Sofyansah menuturkan ucapan oknum tersebut.


Sofyan merupakan satu-satunya wartawan yang masuk untuk meliput kegiatan PCR Swab tes di lokasi. Ia berusaha menjelaskan, bahwa tidak wajah ada yang diambil dalam mendokumentasikan kegiatan tersebut. Namun oknum pihak toko swalayan Mitra 10 makin semakin mengintimidasinya. "Saya jawab, tidak begitu pak. Dia balik membentak saya. Dia bilang enggak  jawab diam," katanya.




Sofyan menjelaskan dirinya masuk bukan tanpa izin. Saat pemeriksaan dia mengaku media yang hendak meliput kegiatan tes. "Saya bareng mobil rombongan dinas, saya ikut masuk dan dicegat satpam.Saya bilang dari media, saya masuk," kata Sofyan. Usai mengambil KTP dan kartu pers yang ditahan, Sofyan pun keluar dari area toko tersebut. Saat ini para wartawan akan melaporka n kasus yang dialami Sofyan ke Ketua Gugus  Tugas Covid-19 Kota Bogor, Wakil Walikota, Dedie A Rachim dan akan melaporkannya kepada pihak Kepolisian Resor Kota Bogor.
×
Berita Terbaru Update