Webinar Etnomatematika Berbasis Pemodelan Matematika, Kombinatorik Dan Optimisasi Dalam Kehidupan Sehari-hari -->

Webinar Etnomatematika Berbasis Pemodelan Matematika, Kombinatorik Dan Optimisasi Dalam Kehidupan Sehari-hari

Jun 7, 2021, June 07, 2021
Pasang iklan

Aspirasijabar | Sumedang - Dalam Rangka Celebrating Women In Mathematics 2021 Kerja Sama Departemen Matematika FMIPA Universitas Padjadjaran 

Departemen Matematika FMIPA Universitas Indonesia.

Webinar tentang Etnomatematika Berbasis Pemodelan Matematika, Kombinatorik dan Optimisasi dalam Kehidupan Sehari-hari.

Diselenggarakan atas kerja sama Departemen Matematika FMIPA Universitas Padjadjaran, Departemen Matematika FMIPA Universitas Indonesia, Bidang Keilmuan Etnomatematia dan Bidang Keilmuan Kombinatorik Himpunan Matematika Indonesia (IndoMS) serta Ambassador Committee Women for Mathematics International Mathematical Union (CWM IMU) for Indonesia dalam rangka Celebrating Women in Mathematics 2021 pada hari Sabtu (05/06/2021).

Celebrating Women in Mathematics tanggal 12 Mei ditetapkan pada World Women Meeting (WM2) tanggal 30 Juli 2018 sejalan dengan International Congress Mathematicians (ICM) 2018 di Rio de Janeiro, Brazil.

Tanggal tersebut dipilih untuk mengenang tanggal kelahiran Prof. Maryam Mirzakhani yang lahir tanggal 12 Mei 1977 dan wafat dalam usia 40 tahun karena sakit.

Almarhumah adalah perempuan pertama yang mendapatkan Fields Medal dan diumumkan saat ICM 2014 di Seoul Korea Selatan.

Fields Medals adalah penghargaan tertinggi bidang Matematika di dunia bagi para matematikawan muda dengan usia kurang dari 40 tahun dan memiliki karya akademik yang luar biasa dalam pengembangan Matematika.

Prof. Maryam Mirzakhani matematikawan Iran dan menjadi Profesor di Universitas Stanford mendapatkan Fields Medal tahun 2014 dengan kajian “Dinamika dan Geometri Permukaan Riemann dan Ruang Modulusnya”.

Kegiatan Webinar ini diikuti oleh 232 peserta terdiri dari Dosen/Peneliti, Mahasiswa, Staf Pemerintahan, Industri dan Praktisi dari 23 Provinsi di Wilayah Indonesia. Webinar dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FMIPA Universitas Padjadjaran.

Dalam sambutannya Wakil Dekan FMIPA Unpad menyatakan bahwa kajian Etnomatematika ternyata sangat menarik dan dapat memperkaya materi kajian Matematika dikaitkan dengan budaya suatu daerah, sehingga diharapkan dapat membantu para siswa atau mahasiswa serta guru atau dosen dalam mempelajari Matematika dan budaya dalam kehidupan.

Dalam Webinar ini terdapat tiga bahasan pokok, yaitu:

Etnomatematika Berbasis Pemodelan Matematika dalam kehidupan Masyarakat Sunda disampaikan oleh Prof. Dr. Budi Nurani Ruchjana (Unpad), Kombinatorik dalam Etnomatematika disajikan oleh Dr. Kiki A. Sugeng (UI) serta Etnomatematika Berbasis Optimisasi untuk Memprediksi Kepunahan Bahasa dijelaskan oleh Dr. Diah Chaerani., M.Si. (Unpad).

Budi Nurani R. menjelaskan secara singkat tentang program Etnomatematika berbasis Pemodelan Matematika dalam Masyarakat Sunda yang memiliki ciri senantiasa silih asah, silih asih dan silih asuh serta memiliki sifat cageur, bageur, bener, pinter tur singer.

Etnomatematika berbasis pemodelan merupakan suatu upaya bagaimana menggunakan prosedur pemodelan yang diperkaya dengan kajian budaya.

Misalnya budaya menentukan air laut surut oleh para nelayan di Pantai Santolo Garut, pemodelan pengelolaan menggarap tanah sawah denga pola nengah-nyewa atau gade di Wilayah Bandung Barat.

Kajian Etnomatematika dilakukan dengan mengintegrasikan metode penelitian kuantitatif dengan Etnografi, sehingga mahasiswa dalam melaksanakan penelitian (skripsi) tidak hanya menggunakan data sekunder, namun belajar bersama masyarakat untuk menggali data seuai dengan fenomena di lapangan.

Kemudian Kiki A. Sugeng membahas tentang Kombinatorik dalam Etnomatematika untuk menggambarkan kajian Kombinatorik sebagai kajian struktur diskrit sesuai dengan Mathematical Subject Classification (MSC) 2020.

Kombinatorik sering digunakan dalam kehidupan seperti dalam bidang networking, teori graf, teori koding, peluang, topologi serta teori bilangan.

Secara khusus dijelaskan tentang peranan kombinasi dan permutasi misalnya dalam penentuan banyaknya kombinasi campuran parfum serta pengenalan pola dalam corak tenun, batik berbasis budaya daerah seperti di Nusa Tenggara Timur, Maluku, lurik Jawa serta bentuk lurik Kamboja dan lain-lain.

Selain itu dibahas tentang kalender berbagai wilayah di Indonesia serta bagaimana seama ini para leluhur telah menggunakan penanggalan untuk menentukan hari baik dalam kehidupan.

Diah Chaerani membahas tentang Etnomatematika Berbasis Optimisasi untuk Prediksi Kepunahan Suatu Bahasa  berdasarkan bibliometric map menggunakan data Google Scholar`dan studi literatur tentang Model Dinamika kepunahan mengikuti kajian Abrams dan  Strogatz meliputi model dinamika kepunahan bahasa monolingual,  kaitannya dengan penutur bilingual, Nodel Dinamika Bahasa Minang terhadap Bahasa Indonesia.

Hasil kajian literatur menyatakan bahwa status 90 bahasa daerah yang telah dikaji oelh Kemendikbud dapat diklasifikasikan menjadi status bahasa aman, rentan, mengalami kemunduran, terancam punah, kritis dan punah.

Secara keseluruhan Webinar ini menggambarkan peran Matematika dalam budaya untuk melestarikan kearifan lokal di setiap wilayah tertentu sesuai Undang-undang Nomor 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan meliputi 10 topik seperti seni, teknologi tradisional, olah raga tradisional, manuskrip, dan sebagainya.

Kegiatan Webinar diharapkan dapat dilanjutkan dengan topik yang lebih fokus di setiap wilayah, sehingga budaya lokal dapat dilestarikan dan diintegrasikan dengan topik Matematika maupun bidang ilmu lainnya, sehingga dapat mendukung penerapan kearifan budaya lokal untuk mendukung kehidupan dan menguatkan pariwisata dii wilayah Indonesia.

Sumber : Agus
Red,
  

TerPopuler