Aspirasijabar | Morotai - Kunjungan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia ke Kabupaten Pulau Morotai Maluku Utara, tim tersebut sempat berkunjung di Koperasi Tuna Pasifik Desa Sangowo Timur Kecamatan Morotai Timur.
Ketua Koperasi Tuna Pasifik, Sabin Ashar, saat diwawancara Wartawan mengatakan, tim yang berkunjung itu. Diantaranya, direktur PRL dan Staf Ahli sekretaris Dirjen tangkap KKP dalam rangka melihat bantuan-bantuan yang diberikan ke koperasi ini.
"Dari sisi pemanfaatan perawatan serta diwawanca mengenai dengan perkembangan koperasi ketika mendapatkan bantuan KKP,"ucap Sabin kepada Wartawan, Kamis (10/3).
Kunjungan itu, kata Sabin bahwa dirinya sebagai Ketua bersama Sekretaris Koperasi Kadhan Lobi dan pengurus lainnya merespon baik kedatangan dari tim tersebut.
"Disitu dipertanggung jawabkan semua terkait dengan bantuan-bantuan yang ada dalam hal pemanfaatan untuk pengembangan koperasi dan kesejahteran nelayan anggota koperasi tunas pasifik,"kata Sabin.
Lanjut, diantaranya bantuan-bantuan yang sudah diberikan di tahun sebelumnya itu. Bantuan tersebut adalah pabrik es, kapal tangkap dab mobil pendingin. Itu sampai saat ini masih bermaanfaat.
"Kunjungan tim kememterian ini sudah tiga hari. Dihari pertama dikunjung lansung oleh tim protokoler menteri bagian humas. Kalau yang bagian humas ini lansung melakukan pemantauan ke lokasi nelayan di Rumpon dan kami pengurus Tuna Pasifik mengawal mereka,"terangnya.
"Alhamdulillah responnya juga baik karena kita dapat nelayaan untuk menangkap disana ada hasilnya juga,"tambah dia.
Selain itu, ia juga mengungkapkan atas laporan Nelayan bahwa saat ini ada ancaman baru untuk Nelayan kita, terkait dengan kapal-kapal pukat yang ada di perairan laut morotai.
"Karena dengan adanya kapal pukat itu hasil tangkapan nelayan itu mengurang, yang kedua soal rumpun. Rumpun yang di tanam oleh kapal-kapal pukat dari Bitung itu jaraknya sangat dekat,"ungkapnya.
Dikatakan, padahal yang kita tau berdasrkan Peraturan Menteri itu. Jarak rumpon dari jarak rumpon satu maupun rumpon dua itu harus 10 Milik jaraknya.
"Tapi nyatanya disini dia paling jau itu dari tiga sampai empat mil. Ini butuh ditertipkan oleh instansi terkait,"tegasnya.
Harapan dari Koperasi, setelah dari kunjungan ini agar suapaya bantuan atau program dari kementerian ini dia berkelanjutan, jangan hanya sampai disini saja.
Karena tujuannya untuk masyarakat pulau morotai sehingga kedapan kapal bantuan itu harus ada penggembangan dari sisi kapal yang saat ini mungkin kecil dan bisa lebih besar serta sarana-sarana yang lain.
Pewarta : (Oje)
