Camat Banyuresmi : Hadiri Penutupan JRRC Piala Gubernur Jabar Tahun 2022 -->

Camat Banyuresmi : Hadiri Penutupan JRRC Piala Gubernur Jabar Tahun 2022

5 Okt 2022, Oktober 05, 2022
Pasang iklan



Aspirasijabar | Garut - Jabar Quick Response (JQR) sukses menggelar JQR River Rescue Challenge (JRRC) Piala Gubernur Jabar Tahun 2022 yang dilaksanakan selama 3 hari di Kampung Patrol, Desa Dangdeur, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Minggu, 02 Oktober 2022

Pelaksanaan penutupan JRRC dihadiri langsung oleh Camat Banyuresmi, Dra Hj Eti Nurul Hayati, M.Si, Danramil 1110/Banyuresmi Kapten Infanteri Enjang Santana, bersama Anggota Polsek Banyuresmi, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Garut Cecep Firmansyah, Ketua Harian JQR, Reggi Kayong Munggaran, serta peserta dan panitia dari JQR.

Camat Banyuresmi, Eti Nurul Hayati menyampaikan, pihaknya sangat menyambut baik kegiatan JRRC ini, karena dapat menjadi harapan besar bagi Kecamatan Banyuresmi khususnya Desa Dangdeur yang memiliki potensi alam luar biasa yaitu dapat digunakan sebagai spot olahraga arung jeram. Ungkapnya 

"Mudahan-mudahan dengan adanya kegiatan ini bisa menjadikan destinasi wisata Desa di Dangdeur ke depan menjadi arung jeram. Harapannya ini (bisa) menjadi Desa Wisata," Ujarnya pada pelaksanaan Penutupan JRRC Piala Gubernur Jabar Tahun 2022.

Sementara, Sekdispora Garut Cecep Firmansyah menyampaikan, berkaitan dengan cabang olahraga (cabor) arung jeram, Kabupaten Garut ke depannya akan menjadi tuan rumah 9 cabor dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Tahun 2022, sehingga JRRC ini dapat menjadi salah satu persiapan venue arung jeram yang nantinya akan digunakan saat Porprov.

"Dengan adanya kegiatan yang lebih dahulu pada JQR ini, tentu selain mencoba arena atau (venue) juga persiapan yang sangat mapan untuk pelaksanaan nanti. Harapan kedepan, tempat ini hendaknya dipakai secara rutin untuk pengembangan olahraga arung jeram," Ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Panitia JRRC, Sandi Prisma Putra mengungkapkan, bahwa kegiatan ini bukan hanya sekedar kejuaraan maupun kompetisi, tetapi juga merupakan edukasi untuk meningkatkan kompetensi bagi potensi besar yang ada. Ungkapnya 

Menurutnya, "Tidak penting juara atau tidak, tetapi yang terpenting adalah bagaimana acara ini dapat menjadi trigger bagi para rescuer untuk dapat terus berlatih sehingga nantinya telah siap siaga ketika bencana melanda" Ujarnya

Lanjut Sandi penting ketika terjadi kondisi yang membahayakan nyawa manusia di sungai, dapat menjadi first responden yang baik tiap expert sehingga dapat menanggulangi Kebencanaan-kebencanaan yang berkaitan dengan kebencanaan hidrometeorologi yang ada. Tandasnya 

Jurnalis : (Beni)

TerPopuler