Kereta api melaju dengan kecepatan di angka rata-rata 355 km per jam. Dengan kecepatan tersebut, kondisi di dalam kereta ia sebut nyaman. Dia berharap proyek ini bisa resmi beroperasi sesuai sesuai dengan target yang sudah ditentukan.
"Ini program panjang yang telah dikerjakan teman-teman, teman kontraktor dari China, dan dari Indonesia, yang bahu membahu menyelesaikan proyek ini. Jadi proyek ini kita harapkan tepat waktu (pertengahan Agustus 2023)," kata Luhut, Kamis (22/6).
Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi—kerap disapa Edo—meyakini bahwa setifikat laik operasi sarana prasarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) selesai sebelum soft launching pada 18 Agustus 2023. Dia menjelaskan KCIC sudah mengajukannya ke Kementerian Perhubungan.
“Sudah sesuai proses, kok. Kita sudah kick on meeting minggu kemarin. Dari Kemenhub ya akhir Juli (selesai) mintanya. Kita bahas juga timeline-nya,” ujar Edo di Stasiun Halim, Jakarta Timur, pada Kamis, 22 Juni 2023.
Namun, kata Edo, karena Kemenhub baru pertama kali ikut menjajal uji coba kereta cepat, jadi masih proses menyamakan persepsi, mulai dari cara pengkurannya, dan lain-lain. Termasuk penggunaan kereta inspeksi atau CIT yang penuh dengan alat untuk memantau kondisi kualitas jalur.
“Jadi apakah nanti memungkinkan Kemenhub menggunakan itu, di samping tetap ada pengujian manual. Jadi itu kita lakukan agar efektivitas waktu yang sekarang ini bisa dikejar untuk mendapatkan sertifikasi dari Kemenhub,” ucap Edo.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Risal Wasal mengatakan soal sertifikasi laik jalan kereta cepat, KCIC yakin bahwa tes akan berjalan dengan baik. Menurut Risal, pengajuan untuk uji dan proses sertifikasinya akan dilakukan oleh KCIC.
Menurutnya, proyek ini bisa menjadi gerbang pembuka pengembangan industri angkutan umum di Indonesia. Hal ini akan membuat lapangan kerja baru sekaligus melakukan hilirisasi proyek secara mandiri.
"Di China itu 40 ribu kilometer kereta cepat, jadi mereka sangat advance dan terbaik di dunia, dan mereka juga ingin melakukan transfer teknologi kepada kita," kata dia.
Nantinya, KCJB ini diproyeksikan bisa melakukan perjalanan sebanyak 68 kali perjalanan per hari dengan total penumpang rata-rata 600 orang sekali jalan. Proyek ini pun diklaim yang pertama beroperasi di Asia Tenggara.
Selain itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memintanya untuk memfasilitasi warga di sekitar proyek KCJB merasakan layanan perjalanan. "Dengan harapan rakyat juga merasakan bagaimana kereta cepat ini, dari Jakarta itu coba LRT, dan coba kereta cepat, sampai di Padalarang kira-kira 30 menit, dan sampai di sini (Tegalluar) 45 menit," pungkasnya.
Editor: eka
