Aspirasijabar | Subang - Hingga saat ini masyarakat diberbagai desa di wilayah Kabupaten Subang ada yang masih menjalankan tradisi peninggalan nenek moyangnya yang telah berjalan sejak ratusan tahun yang lalu. Tradisi di maksud adalah berupa upacara Ruwatan Bumi, yaitu ritual manifestasi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala yang telah diperoleh dari hasil bumi.
Ruwatan yang berarti memelihara atau mengumpulkan. Makna dari mengumpulkan adalah mengajak masyarakat seluruh kampung untuk berkumpul mengikuti prosesi ruat bumi, Tujuannya selain rasa syukur tadi sekaligus sebagai tindakan tolak bala dan penghormatan terhadap para leluhurnya.
Tidak beda yang dilaksanakan di Desa margasari kecamatan dawuan pada hari Jumat ( 28/07/2023) mulai pukul 14.00 WIB. Tradisi ruwat bumi dilaksanakan oleh kepala Desa Margasari, Nanang Setia Praja.
Kegiatan ruwat bumi ini sebagai bagian ucapan terimakasih kepada Allah SWT, karena Desa Margasari telah diberikan anugerah yang luar biasa, diberikan tanah yang subur , diberikan hasil bumi yang melimpah. Mudah-mudahan dengan ruwat bumi ini semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat kepada Allah SWT, "Oleh karenanya kita berdoa semoga di tahun ini senantiasa membawa keberkahan bagi kita semua, senantiasa membawa kebahagiaan bagi kita semua, senantiasa membawa kesuksesan, dan mudah-mudahan kita menjadi orang yang lebih baik lagi dibanding tahun-tahun sebelumnya”, ungkap. Nanang Setia Praja.
Liputan. Asep. SP.
