Aspirasi Jabar || Gianyar, Bali – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gianyar terus memperkuat perannya di tengah masyarakat. Pada Selasa malam (19/08/2025), tiga agenda strategis digelar sekaligus di Sekretariat PCNU Gianyar, Jl. Hasanudin No. 09 Gianyar.
Kegiatan tersebut meliputi Lailatul Ijtima’ Lembaga Dakwah NU (LDNU) Gianyar, Pelatihan Wirausaha dengan pemanfaatan Media Sosial, serta pembentukan Panitia Hari Santri Nasional 2025.
Pelatihan wirausaha yang digelar usai Lailatul Ijtima’ menghadirkan H. Ma’arif, S.Ag, Ketua BKM Gianyar sekaligus Ketua PCNU Bangli, sebagai pemateri. Ia menegaskan bahwa media sosial kini tak sekadar ruang interaksi, melainkan peluang besar untuk mengembangkan bisnis.
“Lewat Instagram, Facebook, hingga TikTok, usaha bisa dikenal luas dengan biaya promosi yang jauh lebih ringan. Kader NU harus berani masuk ke dunia digital agar bisa mandiri secara ekonomi,” tegasnya.
Sebagai contoh, ia menyebut Rahayu Bakery Gianyar yang sukses memperluas pasar berkat promosi digital. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi kader NU lain untuk mulai berjualan secara online.
Setelah pelatihan, rapat pembentukan panitia Hari Santri Nasional 2025 digelar. Ketua Tanfidziyah PCNU Gianyar, H. Sukisno Suwandi, SH, menekankan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk meneguhkan kontribusi santri bagi bangsa.
“NU harus bangkit dengan kader-kader yang berkompeten dan ditempatkan sesuai keahliannya. Kebersamaan dan pengabdian adalah modal besar untuk kemajuan organisasi dan kemaslahatan umat,” ujarnya.
Dalam musyawarah tersebut, H. Dimyati Syam resmi ditunjuk sebagai Ketua Panitia Hari Santri Nasional Gianyar 2025.
Rangkaian kegiatan yang ditutup doa oleh Rois Syuriah PCNU Gianyar, Ust. Hasyim Asy’arie, menjadi penegas bahwa NU tidak hanya berkhidmat di bidang dakwah dan sosial keagamaan, tetapi juga bergerak dalam pemberdayaan ekonomi kader.
Momentum ini menunjukkan NU Gianyar semakin siap menjawab tantangan zaman, dengan menggabungkan nilai religius, sosial, dan ekonomi untuk kemaslahatan umat.
Red

