-->

Notification

×

Iklan

Proyek Senilai Rp. 36 M. Jalan Burujul - Sanca Mandek, Kepala Desa Gendereh Ingatkan : Harapan Warga Jangan Sampai Kembali Pupus

8 Apr 2026 | April 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-08T07:54:01Z



Aspirasi Jabar || Sumedang -  Mandeknya proyek pembangunan Jalan Burujul - Sanca di Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, mulai menimbulkan kegelisahan di tingkat masyarakat desa. Kepala Desa Gendereh, Ahmad, mengingatkan agar proyek senilai Rp36 miliar tersebut dikerjakan secara serius dan profesional, sehingga tidak kembali mengecewakan warga yang telah bertahun-tahun menantikan akses jalan tersebut.

Menurut Ahmad, pembangunan Jalan Burujul - Sanca merupakan proyek yang telah lama diperjuangkan oleh masyarakat. Jalan penghubung wilayah Sumedang - Indramayu itu berkali-kali diajukan ke pemerintah pusat, namun sebelumnya belum dapat terealisasi karena berbagai kendala teknis dan administratif.

Pembangunan jalan ini sudah lama diperjuangkan. Berkali-kali diajukan ke pemerintah pusat, namun selalu tertunda karena berbagai kendala. Ketika sekarang proyek ini akhirnya turun, tentu masyarakat berharap pengerjaannya berjalan serius dan tidak kembali terhenti,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari total rencana panjang jalan sekitar 8 kilometer, yang saat ini terealisasi baru sekitar 4 kilometer melalui program pemerintah pusat dari Kementerian PUPR. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proyek yang sedang berjalan saat ini baru sebagian dari kebutuhan akses jalan yang diharapkan masyarakat.

Yang terealisasi baru sekitar 4 kilometer. Artinya, pembangunan ini masih jauh dari harapan masyarakat secara keseluruhan. Karena itu, kami berharap kontraktor dapat bekerja maksimal agar proyek ini benar-benar selesai dengan baik,” kata. Ahmad.

Ahmad juga menekankan pentingnya pelaksanaan proyek sesuai petunjuk teknis dan standar kualitas yang telah ditetapkan. Ia menilai pembangunan infrastruktur bukan sekadar mengejar progres fisik, tetapi harus menjamin kualitas dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Pengerjaan harus sesuai petunjuk teknis dan standar yang berlaku. Kualitas harus dijaga, karena jalan ini akan digunakan masyarakat dalam jangka panjang. Jangan sampai cepat selesai, tetapi kualitasnya tidak bertahan lama,” tegasnya.

Mandeknya aktivitas proyek selama hampir dua minggu pasca-Lebaran turut menjadi perhatian masyarakat. Bagi warga, berhentinya pekerjaan di lapangan menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan proyek dan kepastian waktu penyelesaiannya.

Ahmad berharap pihak kontraktor maupun pemerintah dapat memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

Kami berharap pembangunan berjalan sesuai rencana dan ada kepastian dari pihak terkait. Warga sudah lama menunggu, sehingga tentu berharap proyek ini dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan Jalan Burujul–Sanca memiliki peran penting dalam membuka akses wilayah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan Sumedang–Indramayu. Oleh karena itu, proyek tersebut diharapkan dapat menjadi prioritas yang dijaga keberlanjutannya.

Mandeknya proyek ini menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang profesional, serta pengawasan yang konsisten dari seluruh pihak terkait. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, kontraktor, dan pemerintah daerah, proyek Jalan Burujul–Sanca diharapkan dapat kembali berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagi warga Kecamatan Buahdua, Jalan Burujul–Sanca bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan akses vital yang telah lama dinantikan. Karena itu, kepastian penyelesaian proyek menjadi hal yang sangat diharapkan agar kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan tetap terjaga.


Jurnalis : Aep Mulyana


Editor    : Asp. SP. 
×
Berita Terbaru Update