Aspirasi Jabar || Bandung – Belum genap 2 bulan Jalan pengecoran di Jalan Cilame Desa Narawita Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung yang menghubungkan dengan arah Bojong menjadi sorotan masyarakat setelah ditemukan retakan yang memanjang di setiap sudut jalan. Kondisi ini diduga akibat kurangnya pemadatan dan perawatan berkala, bahkan muncul dugaan pengerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis serta tidak transparansinya jumlah anggaran dan volume proyek. Rabu(17/6/2026).
Dalam pantauan awak media ke lokasi, terlihat jelas retakan yang menyebar di berbagai bagian jalan yang baru saja dicor. Padahal, pengecoran tersebut masih dalam masa tahap perawatan selama 6 bulan. Publik pun mengajukan pertanyaan mengenai kualitas bahan coran yang digunakan serta standar spesifikasi yang diterapkan.
"Diduga pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi, baik dari segi kualitas jenis coran ataupun ada kemungkinan kesalahan dalam teknis pengerjaan. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada dugaan mark up anggaran," ujar seorang pengamat yang merupakan mantan pegawai Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Kepala Desa (Kades) Narawita menyampaikan bahwa panjang jalan yang dicor tersebut mencapai 220 meter. Namun, mengenai besarnya anggaran yang digunakan, ia tidak dapat memberikan informasi. "Kalau anggaran kita tidak tau," ujar Kades.
Selain kondisi jalan yang kurang memuaskan, awak media juga tidak menemukan adanya papan informasi proyek di lokasi. Padahal, sesuai dengan peraturan yang berlaku, setiap proyek pembangunan yang dibiayai anggaran negara wajib memasang papan yang memuat informasi lengkap seperti nilai anggaran, sumber dana, spesifikasi teknis, dan masa perawatan.
Masyarakat berharap pihak dinas terkait segera melakukan pemantauan terhadap hasil pekerjaan tersebut. "Ini adalah uang negara yang harus memiliki laporan yang jelas mengenai pedoman pelaksanaan (juklak) dan pedoman teknis (juknis)nya. Jangan sampai ada pemanfaatan yang menguntungkan oknum tertentu," ujar salah seorang warga Desa Narawita.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak dinas terkait mengenai kondisi jalan yang ditemukan serta keterbukaan informasi proyek. Publik berharap agar dilakukan pemeriksaan mendalam untuk memastikan bahwa pengelolaan anggaran negara berjalan sesuai aturan dan hasil proyek dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Bahkan pihak dinas bidang jalan pun saat dipinta pernyataan, malah akan berkordinasi dengan pihak pemborongnya dulu.
Editor : Redaksi
