Aspirasi Jabar || Bandung – Komandan Rayon Militer (Danramil) 2402/Cicalengka Kabupaten Bandung menghadiri dan mengawal kegiatan peresmian Tempat Pengolahan dan Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Legok Nangka. Kegiatan yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi pada Rabu (29/7/2026) tersebut difasilitasi dengan pengamanan yang ketat untuk memberikan rasa aman dan nyaman selama kunjungan gubernur.
Sejumlah anggota Kodim, Koramil, serta pihak Kepolisian dan terkait lainnya bekerja sama untuk membersihkan dan mengamankan lokasi kegiatan. Danramil Cicalengka Kaften Inf Ade Chaerul menyampaikan bahwa seluruh unsur telah berkoordinasi guna memastikan kelancaran acara. "Kita bersama jajaran membersihkan lokasi kunjungan Gubernur Jabar. Semua anggota Koramil kita siagakan untuk memantau keamanan, mengatur lalu lintas, dan hal-hal lainnya agar lokasi benar-benar kondusif," ucapnya.
Lebih lanjut, kata Ade Chaerul seperti disampaikan pak Gunernur, bahwa pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPAS Regional Legok Nangka memiliki tujuan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan sampah di kawasan Bandung Raya, mengurangi ketergantungan pada TPA Sarimukti, serta menghasilkan energi listrik yang bermanfaat.
Tujuan Utama Pembangunan TPAS Legok Nangka:
- Mengatasi Sampah Regional: Mengolah sekitar 2.000 ton sampah per hari yang berasal dari 6 wilayah, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang.
- Solusi Pengganti Sarimukti: Mengurangi beban serta ketergantungan terhadap TPA Sarimukti yang kapasitasnya semakin penuh dan menghadapi berbagai tantangan lingkungan.
- Menghasilkan Energi Listrik: Memanfaatkan teknologi Waste-to-Energy untuk mengubah sampah menjadi listrik ramah lingkungan dengan kapasitas sekitar 40 megawatt.
- Memperbaiki Lingkungan: Menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta mengurangi volume timbunan sampah di area pembuangan akhir.
"Semoga dengan diresmikannya pengelolaan TPA yang mengubah sampah menjadi energi listrik ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan mendukung upaya Jawa Barat Bebas Sampah," tutup Ade Chaerul.
Kehadiran unsur TNI dalam kegiatan ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mendukung pembangunan infrastruktur penting yang berkontribusi pada kemajuan daerah dan kelestarian lingkungan.
