Aspirasi Jabar || BANDUNG BARAT – Dugaan persoalan pembayaran mencuat dalam pelaksanaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pumped Storage Upper Cisokan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sejumlah investor subkontraktor mengaku pembayaran pekerjaan mereka masih tertunggak dengan nilai mencapai miliaran rupiah. Di saat yang sama, sejumlah pekerja lokal maupun pekerja asing mengaku belum menerima gaji selama berbulan-bulan, bahkan ada yang menyebut hingga mencapai satu tahun.
Kondisi tersebut diungkapkan sejumlah pihak yang mengaku terdampak langsung oleh keterlambatan pembayaran dalam proyek yang dikembangkan oleh China Gezhouba Group Corporation (CGGC) Three Gorges Construction Co., Ltd. Mereka menyebut persoalan itu telah berlangsung cukup lama tanpa adanya kepastian penyelesaian.
Dalam wawancara dengan awak media, salah seorang perwakilan investor subkontraktor mengatakan bahwa keterlambatan pembayaran telah berdampak serius terhadap keberlangsungan usaha mereka.
"Nilai tunggakan yang belum kami terima mencapai miliaran rupiah. Akibatnya, arus kas perusahaan terganggu, kewajiban kepada vendor maupun pekerja ikut terdampak. Kami hanya meminta hak kami dibayarkan sesuai pekerjaan yang telah diselesaikan," ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan para pekerja. Mereka mengaku belum menerima upah selama berbulan-bulan sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
"Sudah terlalu lama kami menunggu. Ada yang harus berutang untuk makan, membayar kontrakan, hingga biaya sekolah anak. Kami berharap ada kepastian kapan gaji kami dibayarkan," ungkap salah seorang pekerja.
Menurut para narasumber, berbagai upaya telah dilakukan untuk meminta penjelasan kepada pihak utama proyek maupun pihak perusahaan terkait. Namun hingga kini mereka mengaku belum memperoleh kepastian mengenai waktu pembayaran maupun langkah penyelesaian yang akan ditempuh.
Para investor subkontraktor berharap seluruh kewajiban pembayaran segera diselesaikan agar aktivitas usaha mereka dapat kembali berjalan normal. Sementara para pekerja meminta hak mereka dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku, mengingat keterlambatan pembayaran telah berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi keluarga mereka.
Mereka juga berharap pemerintah dan instansi yang berwenang dapat melakukan pengawasan serta memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut sehingga hak-hak pekerja dan kewajiban kepada para subkontraktor dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengembang maupun perusahaan terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak China Gezhouba Group Corporation (CGGC) Three Gorges Construction Co., Ltd. maupun pihak-pihak terkait lainnya. Apabila tanggapan resmi telah diterima, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang dan memenuhi hak jawab.
Laporan : Beni
