Aspirasi Jabar || BANDUNG, 17 Agustus 2026 — Insiden pengeroyokan menimpa Kapolsek Cicalengka Kompol Ade Rahmat dan Danramil Cicalengka saat acara karnaval peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada Senin (17/8/2026). Kedua pejabat itu justru diserang saat berusaha melerai perkelahian yang pecah di lokasi acara.
Berdasarkan keterangan Bah Kucir, anggota Pokdar Kamtibmas yang menjadi saksi di lokasi, kejadian bermula ketika lima orang peserta karnaval dari Desa Tenjolaya dan Desa Panenjoan terlibat perkelahian di depan Panggung Podium. Keributan itu menyebabkan kemacetan, sehingga Kapolsek dan Danramil turun ke lapangan untuk melerai kerumunan.
Namun, alih-alih bubar, kelima orang tersebut justru berbalik menyerang Kapolsek dan Danramil. Terjadi baku hantam yang tidak seimbang. Kompol Ade Rahmat mengalami luka cukup serius: hidung berdarah, serta pipi sebelah kanan robek seperti bekas sayatan. Sementara itu, Danramil Cicalengka menderita luka di bagian kaki. Diduga kuat para pelaku dalam keadaan mabuk berat saat melakukan penyerangan.
Tidak hanya aparat, warga yang turut membantu melerai keributan juga menjadi korban. Heri, warga Pangbarakan, dipukul menggunakan benda tumpul hingga mengalami luka di kepala serta robekan di bibir.
Saat ini, jajaran Polsek Cicalengka bersama Polresta Bandung sedang mendalami kasus tersebut dan terus melakukan pengejaran terhadap kelima pelaku pengeroyokan. Pihak kepolisian berjanji menindak tegas pelaku yang telah melakukan kekerasan terhadap aparat yang sedang menjalankan tugas serta warga sipil.
Laporan :Yan
