-->

Notification

×

Iklan

PM Anutin Sambut Baik Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026–2030, Kerja Sama Pertahanan Hingga Pemulangan Korban Penipuan Diringkas

3 Agu 2026 | Agustus 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-03T16:55:36Z

Perdana Menteri (PM) Tailan, Anutin Charnvirakul menyampaikan keterangannya dalam pernyataan pers bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev


Aspirasi Jabar || JAKARTA
, 3 AGUSTUS 2026 – Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul menyambut hangat dan memberikan apresiasi atas sejumlah kemajuan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Thailand, termasuk disusunnya Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand 2026–2030. Pernyataan ini disampaikannya dalam pernyataan pers bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8).


 
Menurut PM Anutin, peta jalan tersebut menjadi pedoman utama bagi kedua negara untuk memperkuat kemitraan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua sisi. “Saya menyambut baik telah tersusunnya Peta Jalan Kemitraan Strategis Thailand–Indonesia Tahun 2026–2030 yang akan menjadi acuan kerja sama ke depan demi memaksimalkan potensi dan keuntungan bersama,” ujarnya.


 
Di bidang pertahanan dan keamanan, PM Anutin menilai hubungan kedua negara terus menunjukkan kemajuan pesat dan berkomitmen untuk terus meningkatkannya guna menghadapi tantangan serta ancaman baru. Kedua pihak juga sepakat memperkuat sinergi pemberantasan kejahatan lintas negara, meliputi penipuan daring, perdagangan orang, dan peredaran narkotika. Khusus terkait korban penipuan daring, PM Anutin menegaskan akan mempercepat proses pemulangan lebih dari 500 warga negara Indonesia (WNI) yang masih menunggu kepulangan dari Thailand.


 
Dalam sektor ekonomi dan investasi, PM Anutin menyampaikan optimisme pelaku usaha Thailand terhadap potensi ekonomi Indonesia. Kedua negara berkomitmen mendorong perdagangan dan investasi di berbagai sektor unggulan, antara lain agroindustri, pengolahan pangan, perikanan berkelanjutan, industri halal, energi, jasa, hingga ekonomi digital.


 
Kedua negara juga sepakat mengaktifkan kembali Indonesia–Thailand Energy Forum untuk memperkuat ketahanan energi bersama. Sektor swasta Thailand pun dinyatakan menunjukkan minat besar menanamkan modal di sektor minyak, gas alam, batu bara, serta energi baru terbarukan di Indonesia.


 
Di bidang pariwisata, kedua pihak menyambut baik penambahan rute penerbangan langsung, yaitu Bangkok–Jakarta dan Phuket–Bali. Kerja sama juga akan diperluas ke wisata kesehatan, industri MICE (rapat, insentif, konvensi, dan pameran), serta wisata kapal pesiar.


 
Sementara itu, kerja sama pendidikan juga menjadi fokus utama. Saat ini tercatat lebih dari 800 mahasiswa Thailand menempuh pendidikan tinggi di Indonesia, terutama dari wilayah perbatasan selatan Thailand. PM Anutin pun menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah Indonesia terhadap para mahasiswa tersebut.


 
Di akhir pernyataannya, PM Anutin menyampaikan apresiasi khusus kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan Indonesia terhadap upaya penyelesaian situasi di wilayah perbatasan selatan Thailand.
 
(BPMI Setpres)
Esitor : eka
×
Berita Terbaru Update