Aspirasi Jabar || Pontinak Kalbar – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap pekat di Kalimantan Barat (Kalbar) kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Seluruh pelosok wilayah diselimuti udara beracun yang mengancam kesehatan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lansia yang kini mulai menderita batuk akut dan sesak napas. Kamis(17/9/2026).
Kondisi ini memicu kelumpuhan total pada berbagai sektor vital di Kalimantan Barat. Aktivitas perekonomian warga terhenti, sekolah-sekolah terpaksa diliburkan, sejumlah penerbangan dibatalkan akibat jarak pandang yang sangat terbatas, serta kondisi jalan raya yang menjadi sangat berbahaya bagi keselamatan pengendara.
Merespons krisis kemanusiaan ini, Tokoh Pemuda Kalimantan Barat, Adrianus Rumpe, menyampaikan seruan terbuka dan mendesak kepada Pemerintah Pusat. Ia meminta pemerintah pusat untuk bersikap bijaksana dan segera mengambil tindakan nyata guna menyelamatkan nyawa rakyat Bumi Borneo.
"Saat ini, mari kita abaikan dulu sementara segala program yang memakan anggaran sangat besar, yang pelaksanaannya bisa ditunda. Kami di Kalimantan Barat memang membutuhkan pembangunan dan kemajuan. Tetapi pada saat ini, ada yang jauh lebih mendesak dan membutuhkan penanganan cepat: nyawa dan keselamatan rakyat Kalimantan Barat," tegas Adrianus Rumpe dalam pernyataan tertulisnya di Pontianak.
Adrianus menambahkan bahwa kemajuan infrastruktur tidak akan memiliki arti jika masyarakat di daerah tersebut jatuh sakit dan tidak mampu beraktivitas akibat terpapar kabut asap yang semakin mematikan. Pihaknya memohon agar Pemerintah Pusat mengulurkan tangan membantu pemerintah daerah dan provinsi dalam mempercepat penanggulangan titik api serta mengatasi dampak kesehatan masyarakat.
Melalui seruan ini, para pemuda dan masyarakat Kalimantan Barat berharap Pemerintah Pusat tidak membiarkan daerah berjuang sendirian di tengah kepungan kabut asap pekat. Fokus utama saat ini harus diarahkan penuh pada bantuan medis, logistik kesehatan, serta pemadaman karhutla secara masif agar Kalimantan Barat bisa segera pulih.***
