-->

Notification

×

Iklan

Dalang Yamin Keren Diluncurkan di Buahdua, Pelayanan Adminduk Jemput Bola Menyasar Kelompok Rentan

5 Okt 2026 | Oktober 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-05T02:34:04Z

Aspirasi jabar || Sumedang – Pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, mulai diarahkan lebih dekat kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan yang selama ini berpotensi mengalami kesulitan mengakses layanan administrasi.


Hal itu ditandai dengan Launching Implementasi Aksi Perubahan Peserta PKA Angkatan IV BPKA PDN PPSDM Kemendagri Tahun 2026 atas nama Camat Buahdua, H. Kiki Hakiki, S.Ag., MM, dengan inovasi bertajuk “Optimalisasi Pelayanan Administrasi Kependudukan melalui Inovasi Datang Langsung Kelompok Rentan (Lansia, ODGJ dan Disabilitas) (Dalang Yamin Keren)”, Senin (5/10/2026).




Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Buahdua dan dirangkaikan dengan apel yang dihadiri unsur Forkopimcam, anggota Koramil Buahdua, anggota Polsek Buahdua, para kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Buahdua, serta sejumlah instansi yang berada di wilayah Kecamatan Buahdua.


Sejumlah pihak turut hadir dalam Acara tersebut, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sumedang selaku Mentor Peserta PKA, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumedang, Dr. H. Sudrajat, M.Pd selaku Coach Peserta PKA, serta Neta Siti Mutiawati, S.Sos., M.AP selaku Ketua Tim Kerja PKA Angkatan IV BPKA PDN PPSDM Kemendagri Tahun 2026.


Melalui program Dalang Yamin Keren, pelayanan administrasi kependudukan diarahkan untuk tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor pelayanan. Sebaliknya, petugas diharapkan hadir langsung menjangkau warga yang memiliki keterbatasan untuk mengakses layanan.


Kelompok lansia, penyandang disabilitas, maupun warga dengan kondisi tertentu yang membutuhkan pendampingan menjadi sasaran utama inovasi tersebut.


Langkah ini sejalan dengan kebutuhan pelayanan publik yang semakin menekankan kemudahan akses. Pemerintah Kabupaten Sumedang sendiri telah mengembangkan layanan digital kependudukan melalui platform TAHU, yang memungkinkan masyarakat mengakses sejumlah layanan administrasi tanpa harus selalu datang ke kantor pelayanan. 


Di sisi lain, dokumen kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumedang juga menempatkan peningkatan kepemilikan dokumen kependudukan serta pendataan penduduk yang rentan administrasi kependudukan sebagai bagian dari sasaran pelayanan.



Bukan Sekadar Seremoni


Meski demikian, inovasi pelayanan tersebut tentu tidak cukup berhenti pada acara launching dan slogan.

Ujian sesungguhnya justru dimulai setelah seremoni selesai.


Program Dalang Yamin Keren perlu dibuktikan melalui seberapa banyak warga

kelompok rentan yang benar-benar terlayani, seberapa cepat dokumen mereka diselesaikan, serta apakah pelayanan tersebut mampu menjangkau warga yang selama ini kesulitan mengurus dokumen kependudukan.


Sebab, administrasi kependudukan bukan sekadar persoalan dokumen. KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran dan dokumen lainnya berkaitan erat dengan akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik.


Dalam layanan resmi Kabupaten Sumedang, misalnya, penerbitan KTP-el disebut dapat diselesaikan maksimal satu hari kerja setelah persyaratan dinyatakan lengkap dan benar, serta tidak dikenakan biaya. 


Karena itu, inovasi di tingkat kecamatan seperti Dalang Yamin Keren akan semakin kuat apabila dibarengi target yang jelas, data penerima layanan yang terukur, mekanisme pengaduan, serta evaluasi berkala.


Jangan sampai inovasi pelayanan publik hanya terlihat aktif ketika diluncurkan, tetapi kemudian minim tindak lanjut di lapangan.

Kehadiran pemerintah seharusnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan, bukan hanya terlihat dalam sebuah acara seremonial.


Dengan semangat “Dalang Yamin Keren Datang Untuk Melayani Sampai Pelosok”, program tersebut diharapkan mampu menjadi terobosan nyata Kecamatan Buahdua dalam menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih dekat, mudah, cepat, inklusif, dan tanpa batas.


Jika konsisten dijalankan dan hasilnya dapat diukur secara terbuka, inovasi ini bukan hanya menjadi aksi perubahan dalam program pendidikan kepemimpinan, tetapi bisa menjadi model pelayanan publik yang benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat Buahdua.



Jurnalis : Aep Mulyana

×
Berita Terbaru Update