-->

Notification

×

Iklan

Morofest 2026 resmi masuk dalam program Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

7 Okt 2026 | Oktober 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-07T12:59:30Z
AspirasiJabar Morotai, Maluku Utara – Morotai Festival (Morofest) 2026 resmi masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. 

Status ini membawa dampak signifikan terhadap percepatan usulan anggaran infrastruktur pariwisata di Kabupaten Pulau Morotai.

Sekertaris Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, Muksin Soleman menjelaskan bahwa dengan masuknya event Morotai Festival dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata, status nasional Morofest menjadi katalis dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak daerah.

Morofest 2026 dijadwalkan berlangsung 26–29 Oktober 2026 Masuknya Morofest ke KEN bukan capaian kecil. Program ini, Kata Muksin, menyeleksi event terbaik dari seluruh Indonesia dan menempatkan Morotai sejajar dengan destinasi wisata nasional lainnya. Namun, status nasional ini juga membawa konsekuensi besar terhadap kesiapan infrastruktur pariwisata daerah.

Sebagaimana terdapat dalam beberapa indikasi yang tercatat:
• Juni 2026: Pemkab Morotai melakukan pertemuan dengan Kementerian Pariwisata untuk membahas dukungan infrastruktur, termasuk aksesibilitas dan amenitas melalui skema PHLN (Pinjaman/Hibah Luar Negeri) untuk tahun 2027.

Kondisi ini menunjukkan bahwa status nasional Morofest belum sepenuhnya diimbangi oleh kesiapan infrastruktur daerah. 

"Pembangunan infrastruktur pariwisata menjadi kebutuhan mendesak, bukan hanya untuk Morofest, tetapi juga untuk memperkuat posisi Morotai sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional (DPPN)," Ujarnya 

Status KEN yang disandang Morofest memberikan legalitas dan urgensi bagi Pemkab Morotai untuk mengajukan anggaran infrastruktur yang lebih besar. Hal ini tercermin dalam usulan Rencana Pembangunan Kawasan Strategis (RPKS) Destinasi Pariwisata Prioritas Morotai dengan total plafon Rp 70 miliar untuk periode 2026–2031. 

Muksin menambahkan, kenapa Morofest berpengaruh pada anggaran infrastruktur. Karena, menurutnya bahwa status KEN yang disandang Morofest memberikan tiga dampak utama terhadap usulan anggaran infrastruktur:

"Pertama, memperkuat posisi tawar daerah di hadapan pemerintah pusat. Morotai adalah satu dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional (DPPN). Dengan Morofest masuk KEN, argumen daerah untuk mendapatkan dukungan anggaran infrastruktur menjadi lebih kuat,"

"Kedua, membuka akses ke skema pendanaan PHLN. Pertemuan Juni 2026 antara Pemkab Morotai dan Kementerian Pariwisata membahas secara spesifik pengembangan amenitas dan aksesibilitas melalui PHLN sektor pariwisata yang direncanakan pada 2027. Ini adalah jalur pendanaan yang tidak tersedia bagi festival daerah biasa,"

"Ketiga, menciptakan urgensi berbasis data. Target 25.600 pengunjung dalam 4 hari — setara 6,7 kali lipat dari total kunjungan wisatawan Morotai sepanjang tahun 2025 (3.814 orang) — menjadi bukti kuat bahwa infrastruktur saat ini tidak akan mampu menampung lonjakan tersebut tanpa pembenahan serius," Katanya 

Olehnya itu, dengan adanya Morotai Festival bisa menjadi langkah pemerintah daerah untuk memberikan usulan ke pemerintah pusat terkait penambahan anggaran pembangunan infrastruktur pariwisata.

"Mari kita berikan dukungan Morofest sebagai ajang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Morotai," Tandasnya (oje)
×
Berita Terbaru Update