Aspirasijanar.net - Morotai - Perencanaan Pembangunan BUMDES di atas Lapangan Volly, Desa Sakita Kecamatan Morotai Utara mendapatkan penolakan keras, pasalnya Lapangan Volly tersebut adalah satu-satunya peninggalan orang tua-tua untuk pengembangan bakat para Pemuda Desa Sakita.
Perencanaan Pembangunan BUMDES sempat di buat rapat bersama antara Pemerintah Kecamatan Morotai Utara, Pemerintah Desa Sakita, Tokoh Pemuda serta Sejumlah Masyarakat Desa Sakita, pada kamis (26-03-2020) malam tepatnya Kantor Desa Sakita.
Dalam rapat tersebut, Tokoh Pemuda dalam hal ini Ketua Pemuda Desa Sakita mengatakan bahwa kami tidak menolak pembangunan BUMDES namun alangka baiknya tidak di bangun diatas lokasi Lapangan Volly.
"torang orang sakita tidak menolak BUMDES tapi kalu bisa jangan di bangaun dilapangan volly"papar Ketua Pemuda memalui salah satu tokoh pemuda Sakita Oselsyam Merek
Hal senada juga disampaikan Mensen Ligo (Pemuda Desa Sakita) kepada media ini, bahwa pernyataan Ketua Pemuda Sakita, Masyarakat dan bahkan Pemuda Desa Loleo Jaya (Desa Tentangga) sepakat agar tidak membangun BUMDES di Lapangan Volly karena hal tersebut adalah aset satu-satunya yang di berikan orang tua kita terdahulu.
Dalam rapat tadi malam, di hadiri Camat Morotai Utara Marwan Sidasi, Pokja Staf Khusus Bupati, Mantan Kepala Desa Sakita Jonis Tebi, Pemerintah Desa, Tokoh Pemuda dan masyatakat desa sakita.
Camat Morotai Utara Marwan Sidasi saat dikonfirmasi melalui via telepon pada jumat (27-03-2020) mengatakan bahwa Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa sudah membuat rapat dua kali.
Rapat yang dilaksanakan pada kamis (26-03) malam tersebut, adalah rapat kedua dalam hal memanggil dan menanyakan langsung kepada masyarakat yang menantang Pembangunan BUMDES tersebut.
Rapat bersama yang telah dibuat antara Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa disaksikan oleh Koramil Bere-Bere, bahwa sepakatnya harus dibangun BUMDES di Lokasi tersebut.
Ketika ditanya soal sikap Pemuda Sakita dan Masyarakat Desa dalam rapat tersebut, pihaknya menjelaskan "sebenarnya tidak bisa membawa nama masyarakat karena dari 254 Kepala Keluarga (KK), yang datang hanya sekitar diatas 10 KK saja mungkin di tamba sebagian pemuda"
Camat menjelaskan menjelaskan bahwa hal ini dalam rangka menjalankan Program Pemerintah Daerah untuk menghadirkan BUMDES di desa maka Lahan Pemerintah Desa kita manfaatkan untuk membangun BUMDES.
Lapangan Volly tersebut, akan di ganti karena kami sudah bicarakan dengan pihak ke tiga dalam hal ini Kontraktor dan akan di bangun Lapangan yang sama di depan gereja.
Pembangunan BUMDES tetap dilaksanakan karena menurutnya Lokasi pembangunan tersebut terlihat jelas, karena lokasi tersebut milik Pemerintah Desa
Selanjutnya disampaikan salah satu Pemuda Desa Sakita, bahwa meminta kepada Bupati Morotai untuk bertemu dan meneyampaikan keluhan masyarakat terkait dengan tidak mengijinkan bangunan BUMDES di atas lapangan Volly.(oje)
