Aspirasijabar.net-Parung Panjang. Pengaruh dampak pandemi wabah virus corona (Covid-19) berimbas pada gagal nya sejumlah rencana proyek perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Bogor pada tahun anggaran 2020 ini.
Salah satu rencana proyek pembangunan infrastruktur jalan yang dibatalkan adalah perbaikan Jl. Raya Dago sepanjang 1,5 kilometer di Desa Kabasiran Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor. Awalnya, jalan tersebut direncanakan akan dibangun pada tahun ini dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementrian Keuangan (Kemenkeu) RI. Namun akibat adanya pandemik Covid 19, kegiatan tersebut dibatalkan.
Hal ini diungkapkan Endang selaku Kepala UPT Jalan dan Jembatan wilayah Jasinga Dinas PUPR Kabupaten Bogor. Ia mengatakan, perbaikan jalan Raya Dago awalnya memang direncanakan akan dilaksanakan tahun 2020 dengan menggunakan DAK Kemenkeu RI. "namun karena Covid-19 dananya ditarik oleh Kememkeu," ungkap Endang, Selasa (16/6/2020).
Endang menambahkan, pembatalan sejumlah rencana anggaran pembangunan yang bersumber dari DAK Kementerian akibat dampak corona, bukan hanya terjadi di wilayah Kabupaten Bogor. Namun untuk Jalan raya Salimah Gintung Cilejetsepanjang 1, 3 kilo meter, sambung Endang, saat ini sudah masuk ke ULP untuk dilakukan tahap lelang tender. "Semua rencana proyek yang bersumber dari DAK sementara ditarik kembali (batal). Namun untuk proyek jalan Salimah Gintung Cilejet yang menghubungkan Kecamatan Parungpanjang dan Kecamatan Tenjo, saat ini berkas nya sudah masuk ULP." pungkasnya.
~ Kondisi terkini ruas jalan raya Dago Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor yang gagal diperbaiki tahun anggaran 2020 karena DAK Kemenkeu ditarik akibat dampak Covid-19.
Sumber : Fahry Ketua FWHBU
Reporter/Wartawan : Boim

