Aspirasijabar |pati, Kebijakan pemerintah dalam membantu meringankan rakyak kecil pasca pademi. khususnya kaum pedagang menengah kebawah sangat membantu sekali dengan diadakannya progaram UMKM di seluruh Indonesia.rabu 9 /9/2020.
Akan tetapi banyak lika liku, yang di alami warga, khususnya warga kab Pati.
Dari nara sumber yang berhasil dilangsir dan di wawancarai, di lokasi tepatnya di kantor Dinas koprasi usaha mikro kecil dan menengah.
Banyak warga yang kecewa, karena di tolak oleh pihak kantor. dengan alasan harus melalui perangkat Desa sebagai pengantar. pak Tugiran warga Rt 01/03 Desa Randu kuning.kec pati kab pati. dia seorang penyandang difabel, sangat kecewa sekali, dengan ketidak pedulian nya penjabat Desa. yang tidak mau memberikan sosialisasi tentang bantuan ini." saya tau bukan dari Desa.tapi tau kabar ini, dari media sosial.dan saya pun terus begegas, dengan keadaan fisiku yang seperti ini.
Dengan membuat persyaratan,saya berharap pengajuan memdapat bantuan di acc.
Tapi nyatanya lain setelah sampai kantor t di tolak, dengan alasan harus melalui pejabat Desa.
Saya sedih, serasa teriris perasanku."ungkap tugiyo.
Saya lihat ada juga,salah satu warga Desa tanggel, wagiyo pun berkata tidak ada sosialisasi di Desanya tentang bantuan ini,saya juga inisiatif sendiri dengan harapan dapat bantuan dengan keadaan ku sebagai penyandang cacad difabel,saya sudah ke pejabat Desa. untuk mengurus tapi, tidak ada tanggapan.
saya di suruh sendiri ke kantor tersebut, setelah sampai sini. saya ditolak dengan alasan harus melalui pejabat Desa.
Saya harap ada keadilan untuk kami" ungkapnya.
Pihak media mencoba menyakan perihal bantuan bagi penyandang difable. Slamet sebagai Anggota satpol pp." mengatakan sebenarnya himbaun tentang adanya bantuan UMKM telah di sampaikan oleh pejabat Desa. jauh hari,tp kalo soal tidak adanya sosialisasi di Desa itu tergantung pajabatnya desa."pungkasnya.(kopral/indra).

