PERTAMA NAKES : Kepala Puskesmas Bagendit Banyuresmi Garut Divaksin Sinovac Terima (KVC-19) -->

PERTAMA NAKES : Kepala Puskesmas Bagendit Banyuresmi Garut Divaksin Sinovac Terima (KVC-19)

Feb 4, 2021, February 04, 2021
Pasang iklan
Aspirasijabar | Garut- Petugas Medis Zulfa, S.ST menyerahkan Kartu Vaksin Covid-19 (KVC-19) dan Kartu Setatus Pemberian Imunisasi (SPI) kepada Kepala Puskesmas Bagendit Drs. H. Kadar Wilasmana, 
SKM, M.Si sebagai orang pertama divaksin. Sebagai bukti telah melaksanakan Vaksinasi, sesuai Nomer Registrasi N.D23A1841, Nomor Batch 202011047 dengan dosis 0,5 CC. Vaksin Sinovac.

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 untuk tenaga medis (Nakes) Puskesmas Bagendit, sebelumnya diawali dengan berd'oa bersama, selain itu dalam pelaksanaan Vaksinasi berlangsung dengan aman dan tertib, bertempat di Aula Laboratorium Puskesmas Bagendit Jln. KH. Arief Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, Kamis, 04/02/2021. Pukul 09.¹⁹ Wib.

Sebelum pelaksanaan Vaksinasi, setiap peserta diwajibkan untuk memberikan identitas lengkap dan menyampaikan kondisi kesehatan secara jujur kepada tiap petugas medis. Adapun Petugas medis Yadi Kusmayadi, Yadi Hermawan, SKM, bertugas sebagai penerima pendaftaran peserta Vaksinasi.

Dian Candara, Amd, Kep, dr. Teffi Prima Nugraha bertugas sebagai skrining, Zulfa, S.ST bertugas menyutikan Vaksin Sinovac, sedang kan Rizki Samsul, S.Kep,Ners, serta Rena Restiana, Amd. Kep. Bertugas sebagai tim observasi.
Tim Nakes Puskesmas Bagendit yang lebih dahulu divaksin diawali oleh; Pertama Drs. H. Kadar Wilasmana SKM, M.Si, Kedua Kepala Tu Yanyan Supriatna, S.Ip, SKM. Ke-tiga Ida Rosida, S, Kep. Ners (Kepala Rawat Inap PKM Bagendit), dan Ke-empat Awang Nawangsih, S.St. Pelaksanaan Vaksinasi dihadiri oleh Anggota Koramil 1110/Banyuresmi Peltu Asep Ar, dan Anggota Polsek Banyuresmi Bripka H. Beni Ramdani.

Kepala Puskesmas Bagendit, Drs. H. Kadar Wilasmana SKM, M.Si, menjelaskan "Tujuan dari pelaksanaan vaksinasi merupakan langkah pencegahan terhadap manusia dari penyakit Corona. Karena penyebaran virus Corona sudah tidak terkendali sehingga pemerintah ingin segera mengendalikan melalui program imunisasi Vaksin, ungkapnya.

Pelaksanaan Vaksinasi untuk sementara ini sasarannya untuk 70 orang tenaga medis terlebih dahulu sesuai Vaksin yang kita miliki, untuk hari ini ada 35 Nakes yang akan divaksin, dan Insya Allah dilanjutkan besok untuk 35 Nakes lagi, tuturnya.

Alhamdulillah selama observasi dalam waktu 30 menit setelah divaksin tidak terjadi reaksi apa-apa, sebenarnya untuk rasa takut itu pasti ada, tetapi kita berserah kepada Allah SWT, karena Vaksinasi ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk mengendalikan penyebaran virus Covid-19, khusus di Kecamatan Banyuresmi dan umumnya di Kabupaten Garut Tandasnya.

Sementara Setaf TU Puskesmas Bagendit Abung Azwar, mengingatkan untuk persrta yang akan divaksin untuk menyampaikan secara jujur kondisi kesehatan, terkait hal itu untuk diketahui bersama, "Sesuai format skrining sebelum dilaksanakan Vaksinasi COVID-19 untuk pencatatan identifikasi; Nama, Umur, Nik, hasil pemeriksaan suhu, tekanan darah Darah, dan pengisian kesiapan untuk divaksin, ungkapnya.
Lajut Abung terkait format Skrining Sebelum Vaksinasi COVID-19 tim medis akan mempertanyakan terhadap peserta untuk menjawab, " Ya atau Tidak" antara lain ;

1. Apakah Anda pernah terkonfirmasi menderita COVID-19, 
2. Apakah Anda sedang hamil atau menyusui, 
3. Apakah Anda mengalami gejala ISPA seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir,
4. Apakah ada anggota keluarga serumah yang kontak erat/suspek/konfirmasi/sedang
dalam perawatan karena penyakit COVID-19.
5. Apakah Anda memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas bengkak dan kemerahan setelah divaksinasi COVID-19 sebelumnya (pertanyaan untuk vaksinasi ke-2).

6. Apakah Anda sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah,
7.Apakah Anda menderita penyakit jantung (gagal jantung/jantung coroner)?
8. Apakah Anda menderita penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya)?
9. Apakah Anda menderita penyakit ginjal? (penyakit ginjal kronis/sedang menjalani hemodialysis/dialysis peritoneal/transplantasi ginjal/sindroma nefrotik dengan kortikosteroid)
10. Apakah Anda menderita penyakit Reumatik Autoimun/Rhematoid Arthritis.

11. Apakah Anda menderita penyakit saluran pencernaan kronis,
12. Apakah Anda menderita penyakit Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun,
13. Apakah Anda menderita penyakit kanker, kelainan darah imunokompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi,
14. Apakah Anda menderita penyakit Diabetes Melitus
15. Apakah Anda menderita HIV,
16. Apakah Anda memiliki penyakit paru (asma, PPOK, TBC).
Setelah pemeriksaan oleh tim medis maka, apabila berdasarkan pengukuran suhu tubuh calon penerima vaksin sedang demam (≥ 37,5 0C), vaksinasi ditunda sampai pasien sembuh dan terbukti bukan menderita COVID-19 dan dilakukan skrining ulang pada saat kunjungan berikutnya.

Apabila berdasarkan pengukuran tekanan darah didapatkan hasil maka vaksinasi tidak diberikan.
Jika terdapat jawaban Ya pada salah satu pertanyaan nomor 1 – 13, maka vaksinasi tidak diberikan, untuk pertanyaan nomor 14, penderita DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5% dapat diberikan vaksinasi

Untuk pertanyaan nomor 15, bila menderita HIV, tanyakan angka CD4 nya. Bila CD4 <200 atau tidak diketahui maka vaksinasi tidak diberikan.
Jika terdapat jawaban Ya pada salah satu pertanyaan nomor 16, vaksinasi ditunda sampai kondisi pasien terkontrol baik.

Untuk Pasien TBC dalam pengobatan dapat diberikan vaksinasi, minimal setelah dua minggu mendapat Obat Anti Tuberkulosis, untuk penyakit lain yang tidak disebutkan dalam format skrining ini dapat berkonsultasi kepada dokter ahli yang merawat, dari hasil pengecekan itulah peserta dapat disimpulkan untuk dapat diberikan Vaksinasi, Vaksinasi ditunda atau tidak diberikan Vaksinasi. Pungkasnya.

Sumber : Biro Garut 
                : (Beni)

TerPopuler