Pemuda Batak Bersatu Datangi Polrestabes Palembang,Tak Terima Atas Penganiayaan Perawat Chistina Situmorang -->

Pemuda Batak Bersatu Datangi Polrestabes Palembang,Tak Terima Atas Penganiayaan Perawat Chistina Situmorang

Apr 18, 2021, April 18, 2021
Pasang iklan
Aspirasijabar | Palembang - ketua DPC pemuda batak bersatu dan seluruh anggota jajarannya langsung datangi polrestabes Palembang Palembang,tidak terima atas perbuatan yang menganiaya perawat Christina Situmorang.

Puluhan pemuda batak bersatu dari banyuasin dan kota Palembang mendatangi polrestabes Palembang,Jumat (16/04/21)

S.situmorang selaku ketua DPC PBB banyuasin mengatakan,tujuan kami datang kepolrestabes Palembang ingin menanyakan kasus yang dialami perawat yang dianiaya oleh orang tua pasien, ujarnya

Kami harap, lanjut S.Tumorang, agar kasus penganiayaan yang dialami oleh perawat rumah sakit Siloam agar diproses dan ditindak tegas pelakunya.

” Kami harap pihak kepolisian dapat memproses laporan dari korban, supaya pihak rumah sakit tidak menutupi demi bisnis” tutupnya.

Dimana berita sebelumnya, beredar dan Viral di media sosial (medsos), seorang perawat Rumah Sakit (RS) Siloam, Christina Ramauli S (27), warga Griya Sukajadi Permai, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, dianiaya oleh orang tua pasien.

Peristiwa tersebut terjadi, pada Kamis (15/4/2021), sekitar pukul 13.30 WIB. Tak terima apa yang dialaminya, korban pun melaporkan pelaku yang diketahui berinisian JT.

“Ya saya dipanggil untuk menemuinya di ruang IPD 6 di kamar 6026. Saya bersama teman menemuinya tapi teman saya disuruh pergi, dia menanyakan bagaimana cara saya melepas infus di tangan anaknya,” ucap Christina dalam laporannya di SPKT Polrestabes Palembang.

Namun, belum sempat korban menjawab, terlapor langsung memukul wajahnya. Meski sempat dilerai oleh perawat lainnya, tapi terlapor tetap memukul kembali wajah korban.

“Kejadian itu didengar petugas keamanan rumah sakit, lalu menenangkan pelaku dan menyuruh perawat lain menggantikan saya,” katanya

Korban sempat berlutut di depan pelaku sambil meminta maaf. Namun, terlapor yang terlanjur emosi langsung menendang perut dan menjambak rambutnya.

Atas kejadian itu, korban mengalami memar di mata kiri, bengkak di bibir, dan sakit pada perut. Lalu melapor ke Polrestabes Palembang.

Laporan korban dibenarkan oleh Kasubag Humas Polrestabes Palembang Kompol Abdullah, Jumat (16/4/2021).

“Ya benar, laporannya sudah diterima SPK, dan selanjutnya akan ditindak lanjuti Unit Reskrim,” singkatnya.


Jurbalis : ( Aj/Valen )
Sumber : KRSUMSEL.COM

TerPopuler