Hadir di Raker PWI Kabupaten Bandung, Ini yang Dikatakan Bupati Kang DS -->

Hadir di Raker PWI Kabupaten Bandung, Ini yang Dikatakan Bupati Kang DS

1 Nov 2021, November 01, 2021
Pasang iklan

Aspirasijabar | Kab.Bandung - Bupati Bandung HM Dadang Supriatna mengungkapkan masih ada sejumlah kepala desa yang ketakutan oleh wartawan dalam bekerja dan melaksanakan kewajibannya melayani masyarakat di desanya masing-masing di Kabupaten Bandung.

Hal itu diungkapkan Bupati Bandung saat menghadiri konferensi kerja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung 2021 dalam mewujudkan profesionalisme wartawan menuju tatanan baru bangkit dan edukatif di Hotel Sutan Raja Soreang, Senin (1/11).

Menurut Dadang Supriatna, dengan adanya ketakutan sejumlah kepala desa itu, sehingga masih ada di antara aparatur pemerintah desa yang belum mencairkan anggaran yang digulirkan ke desa-desa.

“Di lapangan masih ada teman-teman kepala desa yang merasa ketakutan karena ada dugaan ancaman dari pers atau wartawan.

Sehingga membuat teman-teman kepala desa merasa tidak nyaman dalam melaksanakan tugasnya,” kata Kang DS, panggilan akrab Bupati Bandung ini.

Menurut Kang DS, dengan adanya aspirasi dan keluhan dari kepala desa itu, mohon untuk diluruskan oleh PWI, sehingga kinerja wartawan benar-benar profesional. “Kita harus saling mengingatkan,” katanya.

Ia pun berharap kepada teman-teman wartawan yang belum masuk wadah PWI atau keorganisasian wartawan lainnya, untuk segera masuk keorganisasian wartawan tersebut.

Soalnya, Kang DS mensinyalir masih ada di antara wartawan yang liar dan tak jelas institusinya atau organisasinya. Sehingga di lapangan ada di antara wartawan yang menganggu para kepala desa dalam bekerja dan melaksanakan kewajibannya.

“Kalau wartawan masuk wadah PWI, akan lebih jelas koordinasi dan komunikasinya, dan penyampaian informasinya akan lebih terarah,” katanya.
Kang DS pun sempat bertanya, ada apa dengan wartawan yang diduga mengancam dan menganggu kinerja aparatur desa.

“Ada apa dengan wartawan, ada wartawan mengancam. Karena teman-teman kepala desa ketakutan oleh ancaman wartawan, sehingga dalam upaya penyerapan anggaran ke desa pun terganggu karena takut oleh wartawan tersebut.


Saya juga miris kalau ada desa yang belum mencairkan anggaran karena alasan takut wartawan,” tuturnya.

Bupati Bandung berharap kepada PWI untuk menertibkan wartawan yang masih liar dan tak jelas wadah maupun institusinya.

“Kami berharap raker PWI ini dapat memperkokoh hubungan yang baik dan semakin sinergi antara Pemkab Bandung dengan rekan-rekan wartawan di PWI, dan instansi lainnya,” katanya.

Ia pun mengungkapkan Pemkab Bandung memiliki Dinas Kominfo, agar komunikasi dengan media dan publik berjalan dan terjalin dengan baik.

“Saya rasakan kurang sinergis, dan masih ada miskomunikasi selama enam bulan ini setelah saya menjabat.

Untuk itu, Humas Pemkab Bandung, Dinas Kominfo dan media harus sinergis. Saya mohon obyektif dalam menyampaikan informasi, dan jangan menginformasi hoaks,” ungkapnya.

Ia mengatakan, jika ada miskomunikasi segera diluruskan. Di lapangan pun, Kang DS mengetahui mana saja wartawan yang masuk wadah PWI dan mana yang betul-betul paham kewartawanan.

“Saatnya memberikan informasi sebaik-baiknya buat masyarakat. Memberikan informasi yang seimbang dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia pun berharap kepada wartawan untuk meninggalkan paradigma lama dalam menayangkan pemberitaan dengan tujuan untuk meningkatkan oplah, sementara dari berita yang dipublikasikan itu berdampak buruk.

“Saya mengajak mari kita bangun jurnalisme positif, tak memberitakan yang berdampak negatif yang merugikan seseorang atau berdampak buruk,” katanya.

Dari sisi lain, Kang DS mengatakan, pemerintah membutuhkan media masa untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat.
“Wartawan juga membutuhkan pemerintah.

Saya mengharapkan dukungan semua pihak menjadikan Kabupaten Bandung Bedas. Dengan menyajikan informasi edukatif, dalam wujudkan visi Kabupaten Bandung,” pungkasnya


Pewarta : mur permadi)

TerPopuler