-->

Notification

×

Iklan

Teguh Sekretaris IWO Purwakarta: Menyayangkan Yaqut Menteri Agama Tak Mampu Meruntut Kalimat Dengan Baik

25 Feb 2022 | Februari 25, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-02-25T07:10:56Z
Keterangan: Foto bersama Pimpinan Majlis Dzikir Nurul Qolbu, Ketua dan Sekretaris PD IWO Purwakarta (Abah Qudus, Dody dan Teguh)

Aspirasijabar | Purwakarta - Beredar video pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang membandingkan suara adzan melalui speaker masjid dengan gonggongan an**ng. 

Tentu menuai hujatan dari berbagai kalangan baik awam maupun cendekiawan, santri hingga ulama. Membandingkan adzan dengan gonggongan an**ng sangat tidak adekuat, keterlaluan.

Teguh salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI Al-Barokah) dan juga Sekretaris Ikatan Wartawan Online (PD IWO Purwakarta) sangat menyayangkan keluarnya lontaran kata dari sekelas Menteri Agama, semestinya harus bisa lebih bijak jangan menimbulkan kegaduhan publik.

Sepertinya berat dan tak mampu meruntut kalimat dengan baik dan tidak berbasis pada pemihakan kepada umatnya. "Pak anda itu sekelas menteri jangan asal bicara seenak jidat, hanya gegara nilai setitik rusak susu sebelanga," kata Teguh, Jumat (25/02/2022).

Menurut Teguh, suara adzan itu menyuarakan ayat suci dan ajakan bagi setiap umat muslim untuk beribadah, jangan dibandingkan atau diibaratkan dengan yang diharamkan oleh agama.

"Justru dengan suara adzan hati kita mengingat dan terpanggil untuk beribadah, kalau memang suara adzan  harus dikecilkan berarti itu komat bukan adzan dan bila mengganggu bisa jadi yang mendengarnya itu ada iblis bukan setan lagi, yang bersarang di dalam dirinya," jelasnya.

Terdengarnya suara adzan dan pengajian itu hati merasa nikmat dan damai apalagi di pagi hari seusai shalat subuh bikin sejuk hati bila mendengar suara ngaji di masjid pakai toa/speaker.

"Nah ini bisa bisanya Yaqut mengutarakan bahwa suara adzan harus dikecilkan karena bila keras menjadi terganggu dan parahnya dimisalkan dengan suara An**ng kan sungguh keterlaluan, Yaqut sepertinya mau bikin sensasi atau pengalihan isu dari mahalnya minyak goreng dan kedelai".

"Saya saranin Pak Yaqut baiknya di rukiah dan diam di rumah saja daripada jadi Menteri tapi ucapan ngawur," terangnya.

Masa sekelas menteri tidak bisa menyaring omongannya, coba kaji pak, jangan bandingkan atau diumpamakan suara adzan dengan gonggongan hewan an**ng. Tau gak gegara anda mudharat bermunculan. 

"Sepertinya bukan suara adzan yang mengganggu tapi suara ucapan anda Yaqut yang mengganggu umat, kalau ada yang merasa terganggu dengan suara Adzan pindah saja rumahnya jangan tinggal di dekat masjid," tutup Teguh.

Disampaikan juga oleh tokoh Agama Pimpinan Yayasan Majlis Dzikir Nurul Qolbu  Ust. Samsuri (Abah Qudus) yang beralamat di Desa Cirangkong Kecamatan Cibatu, bahwa menyikapi masalah Adzan sebetulnya bagaimana orangnya dan masalah Adzan itu sudah mayoritas untuk di Indonesia.

"Mayoritas ketika waktunya sholat yang lima waktu pasti di masjid maupun di mushola apalagi masjid masjid besar itu akan ada suara kumandang adzan menandakan datangnya yaitu waktu sholat kewajiban bagi umat muslim.

Apabila orang tidak menyukai ataupun tidak suka suara adzan ya boleh dia tidak boleh tinggal dekat masjid maupun mushola dikarenakan itulah yang disebut seruan ajakan bagi orang muslim khususnya. Itu pasti dilaksanakan atau dikumandangkan suara Adzan.

Dikarenakan suatu risalah atau suatu cerita sahabat Nabi ketika mendengar suara Adzan dia bergetar bibirnya dan lagi makan pun dia akan meninggalkan makanannya dan segera dia langsung menghampiri masjid tersebut.

"Dengan menyikapi hal ini, mungkin itu segelintir orang orang yang tidak suka mendengarkan suara adzan, maka pindah saja rumahnya jangan tinggal dekat Masjid atau Mushola," tutupnya.


Red, 
×
Berita Terbaru Update