Aspirasijabar | Morotai - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Daerah (PEMDA) Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, menggelar Rapat paripurna istimewa.
Rapat paripurna tersebut dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-13 Kabupaten Pulau Morotai tahun 2022 dengan bertajuk "13 tahun Morotai, Inovatif dan Melayani", Senin (21/03/2022).
Rapat Paripurna dilaksanakan pada pukul 16:00 WIT, diruang Aula kantor DPRD Pulau Morotai, Desa Darame Kecamatan Morotai Selatan. Dalam rapat ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pulau Morotai, Hi. Asrun Padoma, Sekertaris Daerah Muhammad Umar Ali, Ketua DPRD Pulau Morotai Rusminto Pawane, Wakil Ketua I Judi R.E. Dadana, Wakil Ketua II Fachri Khairuddin, Sekertaris DPRD, Forkompimda Pulau Morotai, Pengurus DPD II KNPI Pulau Morotai, tokoh pemekaran Pulau Morotai Ahmad Peklian, tokoh masyarakat, tokoh Agama dan seluruh Anggota DPRD serta seluruh pimpinan SKPD Pulau Morotai.
Dalam rapat ini Wakil Bupati Morotai Asrun Padoma dalam pidatonya mengatakan secara konseptual, paradigma pemerintahan telah bergeser dari orientasi Steering ke Rowing. Dari mengemudi ke mendayung.
Terhadap kebutuhan masyarakat. Misalnya soal kebutuhan akan Layanan Kesehatan dan Pendidikan. Sebagaimanan amanah konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Mau tidak mau, Pendidikan dan Kesehatan harus di bangun dengan tulus sebagai upaya pembangunan sumber daya
manusia.
Kerja keras kita selama ini telah mebuahkan infrastruktur penunjang yang memadai. baik dari sisi pendidikan, kesehatan dan pariwisata,”ungkap Asrun
Menurutnya, terkait penyediaan pelayanan pendidikan dasar pada Bidang Pendidikan yang menjadi kewenangan kabupaten, yaitu 12 unit SD Unggulan yang sudah dibangun dan 9 Unit SMP Unggulan disediakan sarana dan prasarana pembelajaran multimedia berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Begitu juga Fasilitas Olahraga (GOR) dan prasarana minat/ bakat lainnya.
Bidang Kesehatan, kita sudah meresmikakan operasionalisasi 11 Puskesmas Prototype berstandar Kementerian Kesehatan dan Rumah Sakit IR. Soekarno yang punya fasilitas berstandar Rumah Sakit Tipe C.
Lanjutnya, sedangkan di bidang pariwisata, kita telah mengembangkan destinasi-destinasi Wisata Alam baru di Tanjung Amerika, dan destinasi buatan seperti fasilitas Sport Tourism, dan Kawasan Wisata Religi. Serta upaya membuka peluang menjadikan Morotai sebagai Wellness Tourism atau Wisata Kesehatan.
Pada Ulang Tahun Kabupaten ke-13 ini, kata Asrun bahwa saya mengharapkan peran aktif kita semua untuk melayani dan mendorong inovasi untuk memaksimalkan potensi Morotai sebagai salah satu dari sepuluh Bali Baru,”harapnya.
Sebagaimana disampaikan oleh Ketua DPRD Pulau Morotai, Maluku Utara, dalam pidato Rusminto Pawane pada saat dalam rapat paripurna menyampaikan bahwa pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Pulau Morotai tahun 2022 ini kami mencermati bahwa kurang-lebih 5 tahun berpemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Benny Laos-Asrun Padoma aspek kebahagiaan dan kesejahteraan hidup masyarakat Kabupaten Pulau Morotai pada umumnya dan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada khususnya mengalami kemunduran yang sangat signifikan, tandas
Menurutnya, dari sudut pandang yang demikian, ia menilai Bupati dan Wakil Bupati Morotai gagal dalam hal mengedepankan semangat para tokoh pejuang Pemekaran yakni mewujudkan kebahagiaan, kesejahteraan dan kedamaian hidup bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Pulau Morotai.
“Kami mengajak agar tidak hanya melihat perkembangan Morotai secara kasat mata atau dari cesingnya saja tetapi harus cermat melihat juga dari kondisi rill atau kenyataan yang dialami bersama di Kabupaten Pulau Morotai. Bahwa tanggung jawab pemerintah daerah untuk memajukan Morotai bukan semata-mata dari aspek pembangunan fisik tetapi haruslah mencakup kemajuan pada aspek tingkat kesejahteraan hidup masyarakat,”bebernya.
Dihadapan Wakil Bupati Asrun Padoma dan Sekertaris Daerah Muhammad Umar Ali, Rusminto menyeruhkan bahwa sebagai lembaga representasi masyarakat, kami berkewajiban untuk menyuarakan dengan lantang bahwa apalah artinya semua kemajuan pembangunan fisik prasarana yang diprioritaskan dan dibangga-banggakan, jika masyarakat saat ini mengalami degradasi batin karena aspek kesejahteraan hidup yang tidak mampu ditegakan oleh Pemerintah Daerah.
Masyarakat Morotai tertekan di balik pesatnya pembangunan di berbagai bidang, maka sebagai lembaga penyambung aspirasi rakyat secara tegas dan lugas bahwa Pemerintah Daerah dinilai gagal dalam menciptakan 5000 lapangan pekerjaan sebagaimana Visi-misi Bupati dan Wakil Bupati sehingga ada begitu banyak masyarakat Morotai harus keluar mengadu nasibnya di Kabupaten/kota lainnya
Selain itu, lanjut Rusminto, Pemerintah Daerah juga dinilai gagal dalam melaksanakan program Reformasi Birokrasi di lingkup Pemda Morotai
Program ini dinilai hanya merupakan slogan belaka karena menurut hemat kami reformasi birokrasi haruslah menyangkut berbagai bidang termasuk kesejahteraan ASN,”bebernya
Ia juga menyentil soal hubungan kemitraan yang tidak sehat antara DPRD dan Pemda Morotai.
Pemerintah Daerah dicermati tidak bijak dalam mengatur dan mengelolah Sistem Keuangan Daerah dengan memangkas hak-hak DPRD yang telah diatur sesuai Peraturan Perundang-undangan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi-fungsi DPRD.
Pewarta : (Oje)


