-->

Notification

×

Iklan

Seminar Nasional DEMA FU UIN Bandung Angkat Isu Ketenagakerjaan dan Masa Depan Generasi Muda

16 Apr 2026 | April 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-16T05:07:05Z



Aspirasi Jabar || Bandung — Persoalan ketenagakerjaan di Kota Bandung kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi setiap tahunnya. Sebagai salah satu kota pendidikan di Jawa Barat, Bandung menghadapi tantangan serius berupa tingginya angka pengangguran, khususnya di kalangan usia produktif dan fresh graduate. Kondisi ini tidak hanya menjadi persoalan lokal, tetapi juga berkaitan erat dengan dinamika ketenagakerjaan di tingkat regional dan nasional.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Bandung pada Agustus 2025 tercatat sebesar 7,22% dari sekitar 1,375 juta angkatan kerja, atau setara dengan kurang lebih 99 ribu orang dalam kondisi menganggur. Angka ini berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Barat yang berada di angka 6,66%, serta jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 4,74%. Fakta ini menunjukkan adanya ketimpangan serius antara pertumbuhan jumlah tenaga kerja dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, sekaligus menjadi indikator bahwa sistem ketenagakerjaan belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan lulusan pendidikan.


Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar mengenai bagaimana kesiapan sistem pendidikan dalam menjawab kebutuhan pasar kerja, serta sejauh mana peran pemerintah dan institusi pendidikan dalam merespon peningkatan jumlah lulusan yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja. Di sisi lain, generasi muda juga dituntut untuk memiliki strategi yang adaptif dalam menghadapi realitas tersebut.


Sebagai bentuk respon terhadap kondisi tersebut, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Your Network is Your Net Worth: Membangun Relasi dan Personal Branding untuk Karier Masa Depan” pada Selasa, 14 April 2026 di Gedung Anwar Musaddad. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan mahasiswa lintas perguruan tinggi serta siswa SMA/sederajat, yang menunjukkan tingginya perhatian terhadap isu ketenagakerjaan.



Dalam sambutannya, Ketua Umum DEMA Fakultas Ushuluddin, Galuh Fajar Pratama, menegaskan bahwa persoalan pengangguran tidak dapat dilepaskan dari belum optimalnya integrasi antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Ia menyoroti bahwa penurunan angka pengangguran yang relatif kecil tidak cukup untuk menjawab persoalan struktural yang lebih besar, yaitu ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.


Dalam kesempatan yang sama, DEMA Fakultas Ushuluddin juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung sebagai upaya membuka ruang dialog konstruktif terkait persoalan ketenagakerjaan. Namun hingga kegiatan berlangsung, belum terdapat tindak lanjut atas permohonan tersebut. Meskipun tidak dihadiri oleh Rektor dan Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kegiatan ini tetap berlangsung dengan penuh antusiasme serta partisipasi aktif dari para peserta.


Sementara itu, Menteri Luar Negeri DEMA Fakultas Ushuluddin, Rafli Faizal Abdullah, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah fresh graduate setiap tahun belum sebanding dengan pertumbuhan lapangan kerja, sehingga berpotensi menimbulkan penumpukan pengangguran terdidik dalam skala yang lebih luas. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan bukan hanya bersifat lokal, tetapi merupakan persoalan struktural di tingkat nasional.


Sebagai bagian dari upaya memberikan perspektif dan solusi, kegiatan ini menghadirkan Vina Muliana sebagai HR Practitioner & Content Creator yang menekankan pentingnya membangun jejaring dan personal branding sebagai strategi dalam membuka peluang karier di era kompetitif. Selain itu, Tedi Priatna (Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag., CEAM., MCE.) turut menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai pondasi dalam membangun kemandirian ekonomi generasi muda.


Di sisi lain, pihak DEMA Fakultas Ushuluddin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang terlibat dalam kepanitiaan atas dedikasi dan kerja kolektif dalam menyukseskan kegiatan ini. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai aktor yang mampu mengorganisir gagasan menjadi ruang diskusi yang konstruktif.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menegaskan posisinya sebagai bagian dari solusi atas persoalan sosial yang ada. Tingginya angka pengangguran di Kota Bandung yang melampaui rata-rata Jawa Barat dan nasional menjadi sinyal kuat bahwa persoalan ini tidak dapat diselesaikan secara parsial. Diperlukan sinergi yang lebih konkret antara pemerintah, institusi pendidikan, dan mahasiswa dalam merespon tantangan ketenagakerjaan, sehingga generasi muda tidak hanya menjadi bagian dari statistik pengangguran, tetapi mampu menjadi aktor produktif dalam pembangunan masyarakat.

Jurnalis : Zahwal

Editor : Andreas

×
Berita Terbaru Update