Aspirasijabar || MOROTAI- Soal ambruknya teras Gedung Rektorat Unipas Morotai, puluhan pekerja lepas yang dipekerjakan oleh pihak kontraktor pada pekerjaan pengecoran pembangunan Gedung Unipas Morotai terpaksa istirahatkan.
Puluhan pekerja lepas yang dipekerjakan untuk proses pengecoran itu dikabarkan telah diistirahatkan oleh pihak kontraktor karena dianggap tidak mematuhi prosedur kerja.
Pantauan media ini, pada Selasa 04 Oktober 2022, mes yang biasa ditempati oleh para pekerja lepas itu terlihat sunyi lantaran para pekerja itu sudah diistirahatkan (berhenti bekerja,red). Yang terlihat disana hanya ada beberapa pekerja yang diluar dari pekerja lepas.
Padahal, Opik yang sebelumnya mengaku kontraktor pelaksana kepada media ini pada Senin 03 Oktober 2022 mengaku bahwa ambruknya teras gedung Rektorat Unipas Morotai yang baru dikerjakan itu merupakan kesalahan dan kehilafannya."Tong (kami,red) salah, tong khilaf, kemarin komunikasi yang salah antara bagian tehknik dengan orang dilapangan, kejadiannya pas ba cor hari sabtu."akunya.
Bahkan atas terjadinya masalah itu, pihaknya berjanji akan bertanggungjawab untuk memperbaikinya hingga selesai."memang tetap Torang tanggungjawab Torang bikin sampe selesai."janjinya
Soal puluhan pekerja lepas yang diistirahatkan oleh pihak kontraktor juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pulau Morotai, M. Jain A. Kadir, ketika dikonfirmasi, dimana M. Jain mengaku bahwa dari hasil konfirmasinya dengan pihak kontraktor bahwa puluhan pekerja lepas itu sudah diberhentikan dengan alasan apa yang dikerjakan tidak sesuai dengan yang diinginkannya."Saya sudah konfirmasi ke tenaga theknik pihak rekanan, ternyata dia punya bas (Tenaga kerja, red) kerja tidak sesuai dengan apa yang ada. Makanya basnya sudah di berhentikan karena bas dia malawang,"akunya.
"Jadi, itu bas tidak mau menghiraukan apa yang disampaikan tenaga theknik, makanya bangunan jadi kaya begitu,"sambung M. Jain.
Atas kejadian itu, Jain mengaku bahwa para pekerja itu sudah diberhentikan dan akan diganti dengan pekerja yang lain. Sehingga, kata dia, pada Rabu besok, para pekerja yang baru yang akan melanjutkan pekerjaan itu."Jadi, ini kesalahan di bas karena dia tara mau dengan perintah dari tenaga theknik, karena itu bentangan 9, makanya dia rubuh,"ucapnya. (oje)
