MOROTAI, Maluku Utara - Kerukunan Persaudaraan Maluku (KPM) Pulau Morotai mendeklarasikan sekaligus melaksanakan pelantikan pengurus KPM periode 2023-2026 dengan bertajuk "Lawamena Haulala artinya Maju Terus Pantang Mundur".
Pantauan media ini, acara deklarasi dan pelantikan pengurus berlangsung digedung Islamic Center, Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, sekitar pukul 20.50 Wit, Jum'at (24/11/2023) malam tadi.
Acar ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangam Pulau Morotai, Suriyati Suaib, Anggota DPRD Morotai Mahmud Kiat, Rektor Unipas Morotai, Irfan Hi. Abdu Rahman, Camat Morotai Selatan, Suriyati Taher, Forkopimda dan pengurus serta keluarga besar KPM Pulau Morotai.
Mewakili sambutan Pj Bupati Pulau Morotai, Suriyati Suaib menyampaikan bahwa kami menyambut baik dengan hadirnya kerukunan persaudaraan Maluku di Pulau Morotai.
Sehingga dalam kesempatan yang baik ini, kata Suriyati bahwa tentu kami juga mengucapkan selamat atas deklarasi dan pelantikan pengurus KPM Pulau Morotai periode 2023-2026, ucapnya
Olehnya itu, kami sangat berharap, eksistensi KPM di Bumi Moro memberi warna baru dalam kancah sosial kemasyarakatan. "Sebab, kami telah melihat pengurus KPM ini di isi oleh orang-orang hebat dan luar biasa sehingga memungkinkan lahirnya sebuah iklim yang menyejukkan disemua kerukunan kekeluargaan, etnis maupun suku di Morotai," tuturnya
Lanjut Suriyati, kita juga perlu mencatat bahwa, Morotai ini adalah milik kita bersama sehingga kita semua punya tanggung jawab yang setara dalam membina kerukunan dan keharmonisan dalam bermasyarakat atau civil society.
"Karena Pemda Morotai tentu akan merangkul semua elemen masyarakat untuk hidup rukun, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah di dalam rumah besar kita di Morotai.
"Untuk itu, pintu Bangsaha selalu terbuka untuk setiap suku, agama, ras dan antar golongan. Bangsaha adalah simbol kearifan dan keharmonisan yang telah terbingkai rapih dalam prinsip filosofis 'Podiki de Porigaho' (dalam arti bersama saling menopang),"
Olehnya itu, menjelang tahun politik ini, Suriyati menghimbau agar semua elemen masyarakat, termasuk KPM dan semua paguyuban di Morotai untuk menjaga kondusifitas sosial.
"Jadi berbeda pilihan dalam politik itu biasa. Namun kita perlu sadari bahwa, bumi Morotai telah memberi kita makan. Maka sudah sepatutnya kita jadikan sumber penghidupan ini terus subur dengan menyemai benih-benih cinta dan kasih sayang dengan sesama, sehingga bumi Morotai terus menjadi ladang berkah bagi kita sekalian," pintanya
Sementara itu, Ketua KPM Pulau Morotai Petrus Elake mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh keluarga besar KPM di Pulau Morotai, serta ucapan terima kasih kepada Pemda Pulau Morotai. "Yang telah memberikan dukungan atas dibentuknya KPM di negeri Bumi Moro ini," ungkapnya
Selain itu, Petrus juga menjelaskan bahwa sebenarnya organisasi Komunitas Maluku sudah ada sejak lama. Namun tidak legal maka dari itu dengan perjuangan ini, kami ingin untuk disahkan oleh Pemda Pulau Morotai dan atas kerja keras akhirnya dapat terlaksana di malam ini," ucapnya
"Organisasi ini juga, kata Petrus, sebenarnya sudah dibentuk di Kota Ternate dengan nama M1G (Maluku Satu Gandong). Akan tetapi karena terjadi kesalahpahaman dalam organisasi, sehingga kami ingin berdiri bebas dari Politik," katanya
Dengan demikian, Petrus bilang, kami mencoba untuk merangkul kembali. Sehingga dapat membentuk Kerukunan Persaudaraan Maluku (KPM) atas dasar unsur sosial demi keluarga besar Maluku dan masyarakat Pulau Morotai, cetusnya
"Jadi sekali lagi kami ingin tegaskan dikesempatan ini bahwa sejak disahkan KPM oleh Pemda Pulau Morotai, kami ingin berdiri bebas tanpa ada unsur politik, tidak ada yang masuk, jika ada yang masuk maka saya menolak.
KPM berdiri ditengah-tenga musim panas, jadi tidak ada unsur politik apapun," tegasnya
Kemudian, Petrus juga mengungkapkan bahwa kalau pun ada yang bertanya soal persaudaraan. Maka kami memjawab bahwa kami tetap komitmen untuk membangun persaudaraan Maluku di Pulau Morotai
Olehnya itu, bagi kami KPM Maluku di Pulau Morotai ini, 100 persen tidak ada unsur politik, tandasnya (Oje)

