Aspirasi Jabar|| Morotai, 17 Agustus 2025 – Dalam suasana peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Rektor Universitas Pasifik (UNIPAS) Morotai memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bupati dan Wakil Bupati Morotai atas langkah nyata memenuhi janji kampanye dengan merealisasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi para lansia dan janda.
Rektor UNIPAS menilai kebijakan ini hadir tepat waktu dan memiliki makna yang mendalam. Tidak hanya sekadar pemenuhan janji politik, tetapi juga menegaskan bahwa kepemimpinan di Morotai berjalan dengan hati nurani dan kepedulian.
“Momentum kemerdekaan mengingatkan kita bahwa merdeka bukan hanya soal terbebas dari penjajahan, melainkan hadirnya negara di sisi rakyat. Apa yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Morotai hari ini adalah bukti nyata bahwa pemimpin tidak jauh dari rakyatnya, bahkan mendengar denyut nadi kehidupan masyarakat yang paling sederhana,” ujar Rektor UNIPAS.
Rektor menambahkan, bantuan kepada lansia dan janda memiliki nilai simbolis yang besar. Lansia adalah generasi pendahulu yang telah menanamkan fondasi daerah, sementara janda seringkali berada dalam kondisi ekonomi yang rentan. Kehadiran bantuan langsung tunai bagi mereka adalah bentuk penghormatan sekaligus kepedulian nyata.
“Bantuan ini memiliki makna besar artinya bagi kemanusiaan. Ia adalah tanda kasih sayang pemimpin kepada rakyatnya, tanda bahwa janji bukan hanya kata, melainkan kerja yang nyata,” tegas Rektor.
Rektor juga menyinggung dalam prespektif teori kepemimpinan menurut James MacGregor Burns, kepemimpinan yang ideal adalah transformational leadership, yakni kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi mampu mengubah dan mengangkat harkat masyarakat dengan visi, kepedulian, dan keteladanan.
Selain itu, jika dilihat dari perspektif kepemimpinan pelayanan menurut Robert K. Greenleaf, seorang pemimpin sejati bukan karena berapa banyak pengikut yang ia miliki, tetapi sejauh mana ia melayani kebutuhan mereka yang paling lemah dan rentan. Dengan merealisasikan bantuan bagi lansia dan janda, Bupati dan Wakil Bupati Morotai ini menunjukkan bahwa praktik kepemimpinan yang inklusif dan berorientasi pada kemanusiaan.
“Inilah wujud nyata kepemimpinan yang melayani pemimpin tidak berdiri di atas rakyat, melainkan berjalan bersama rakyat, menguatkan yang lemah, dan memberi harapan bagi yang hampir kehilangan harapan,” jelas Rektor.
Rektor UNIPAS menekankan bahwa kebijakan pro-rakyat seperti ini adalah implementasi dari pemerintahan yang inklusif dan adil. Ia berharap program ini dapat berkelanjutan serta diperluas cakupannya pada tahun berikut, sehingga dapat menjangkau kelompok lain seperti ibu hamil, penyandang disabilitas, maupun anak yatim piatu.
“Semangat kemerdekaan tidak boleh berhenti di panggung seremoni. Ia harus hidup dalam tindakan nyata. Dan hari ini, di tanah Morotai, kita melihat makna merdeka itu hadir melalui keberpihakan pada rakyat kecil,” tutup Rektor.
Realisasi bantuan di hari kemerdekaan 17 Agustus 2025 ini sekaligus menjadi penegasan bahwa janji bukan sekadar retorika politik saat kampanye, tetapi tanggung jawab moral yang harus diwujudkan. Dengan demikian, masyarakat semakin yakin bahwa pemimpin mereka hadir, dekat, dan setia pada komitmen yang pernah diucapkan.
Laporan : (Oje)
