Aspirasi Jabar II Sumedang -
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto sebagai salah satu program unggulan, mendapat sorotan tajam usai insiden keracunan massal di beberapa daerah, salah satunya di Kabupaten Sumedang.
Beberapa hari lalu, sebanyak 59 siswa di Sumedang harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit setelah mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dari program MBG. Kejadian ini sontak menimbulkan keprihatinan sekaligus tanda tanya besar di kalangan masyarakat.
Ketua Umum Komite pencegahan Korupsi jawabarat (KPK Jabar) Rd H. Piar Pratama.S.SH, menilai insiden tersebut harus menjadi evaluasi serius bagi pemerintah daerah maupun pusat. Menurutnya, perlu dipastikan apakah seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumedang selaku pelaksana kegiatan telah mengantongi Sertifikasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).
“Pertanyaannya sederhana, apakah semua SPPG di Sumedang sudah memiliki SLHS? Jika belum, tentu ini sangat berisiko bagi kesehatan anak-anak. Hal ini wajib dipertanyakan,” tegas Piar Pratama.
Insiden keracunan ini tidak hanya menyangkut soal kualitas makanan, tetapi juga menyentuh aspek keamanan, pengawasan, serta kesiapan infrastruktur program yang digadang-gadang mampu meningkatkan gizi pelajar di Indonesia.
Masyarakat pun berharap, selain memastikan standar gizi, pemerintah harus benar-benar menjamin aspek higiene dan sanitasi dalam setiap penyediaan makanan, agar tujuan mulia dari program MBG tidak tercoreng oleh lemahnya pengawasan di lapangan.
Jurnalis : Aep Mulyana
Editor : Asp. SP.
