-->

Notification

×

Iklan

Gotong Royong Selamatkan Akses Warga: Masyarakat Gendereh Perkuat Sementara Pondasi Jembatan Cijurey

17 Mar 2026 | Maret 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-17T03:03:43Z

Aspirasi Jabar || Sumedang – Setelah mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Buahdua pada Minggu malam (15/3/2026), kondisi Jembatan Cijurey di Desa Gendereh masih menjadi perhatian serius masyarakat dan pemerintah setempat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, hujan deras menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) pada bagian ujung jembatan longsor tergerus arus sungai. Akibatnya, salah satu sisi penyangga jembatan mengalami amblas dan berpotensi semakin melebar jika tidak segera dilakukan penanganan.

Kerusakan tersebut dikhawatirkan dapat mengancam keberlangsungan akses utama warga, mengingat jembatan tersebut selama ini menjadi jalur vital yang menghubungkan aktivitas masyarakat Desa Gendereh, Desa Citaleus, dan Desa Karangbungur menuju pusat kegiatan ekonomi maupun pelayanan pemerintahan di Kecamatan Buahdua.

Sebagai langkah darurat, pada hari ini Selasa (17/3/2026) warga Desa Gendereh bersama pemerintah desa melaksanakan kerja bakti untuk melakukan penanganan sementara guna mengamankan pondasi Jembatan Cijurey.

Puluhan warga terlihat bergotong royong memperkuat bagian pondasi yang longsor dengan menggunakan material seadanya seperti batu dan karung berisi tanah. Upaya tersebut dilakukan untuk menahan pergerakan tanah serta mencegah kerusakan semakin meluas, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Kepala Desa Gendereh, Ahmad, mengatakan kegiatan kerja bakti ini merupakan bentuk kepedulian dan kekompakan masyarakat dalam menjaga akses vital desa sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah.

Kerja bakti ini merupakan upaya sementara agar kondisi pondasi jembatan tidak semakin terkikis. Warga berinisiatif bersama pemerintah desa untuk memperkuat bagian yang longsor, setidaknya agar jembatan masih bisa dilalui dengan aman,” ujarnya.

Meski demikian, Ahmad menegaskan bahwa perbaikan permanen tetap sangat dibutuhkan karena kerusakan yang terjadi cukup serius dan memerlukan penanganan teknis dari pemerintah kabupaten.

“Kami sangat berharap ada perhatian dan penanganan cepat dari pemerintah daerah, karena jembatan ini sangat penting bagi aktivitas warga sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, warga yang ikut dalam kerja bakti mengaku khawatir jika kerusakan terus meluas, akses transportasi masyarakat akan terputus. Oleh karena itu, mereka memilih turun langsung melakukan pengamanan sementara sambil menunggu langkah perbaikan dari pihak terkait.

Hingga saat ini, Jembatan Cijurey masih dapat dilalui kendaraan, namun masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas pada kondisi hujan atau ketika debit air sungai meningkat.

Warga berharap langkah gotong royong yang dilakukan hari ini dapat menjadi solusi sementara agar jembatan tetap aman digunakan, sembari menunggu realisasi perbaikan permanen dari pemerintah daerah.


Jurnalis : Aep. Mulyana

×
Berita Terbaru Update