Aspirasi Jabar Morotai - Pemerintah Daerah (Pemda) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Morotai menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kabupaten Pulau Morotai. Acara yang berlangsung di Gedung DPRD Kecamatan Morotai Selatan ini menjadi momentum refleksi di tengah tantangan efisiensi anggaran nasional.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Christian Pawane, menjelaskan bahwa meski hari jadi kabupaten jatuh pada tanggal 20 Maret 2026, seremoni baru dapat dilaksanakan hari ini karena bertepatan dengan masa libur dan perayaan Idul Fitri.
"Peringatan HUT ke-17 ini terasa semakin spesial karena kita merayakannya dalam suasana penuh berkah Idul Fitri 1447 Hijriah. Atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah daerah, saya mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Morotai," ujar Rio.
Satu poin krusial yang dipaparkan Wabup adalah kondisi fiskal daerah. Di tengah kebijakan pemangkasan dana transfer ke daerah yang mencapai angka signifikan, yakni sekitar Rp145 miliar, Rio menegaskan bahwa keberpihakan kepada rakyat kecil tidak akan surut.
"Di tengah keterbatasan anggaran, perhatian pemerintah kepada kelompok rentan justru diperluas. Jika tahun-tahun sebelumnya hanya menyasar 800 orang, pada tahun 2026 ini sasaran bantuan untuk janda, lansia, dan penyandang disabilitas meningkat drastis menjadi lebih dari 3.000 penerima," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa angka tersebut bukan sekadar pemenuhan janji politik, melainkan wujud nyata kehadiran negara untuk meringankan beban masyarakat. Selain bantuan sosial, Pemda tetap menjalankan program beasiswa, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan rumah ibadah, serta penguatan ekonomi melalui infrastruktur jalan tani dan pengembangan kampung nelayan.
Meski anggaran diperketat, Kabupaten Pulau Morotai tetap berkomitmen menyukseskan program-program strategis nasional, seperti:
• Koperasi Merah Putih.
• Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
• Kesiapan fasilitas dan pembiayaan daerah lainnya.
"Kita belajar bahwa pengabdian tidak selalu lahir dari kelapangan, tetapi tumbuh dari kesungguhan dalam menghadapi keadaan," tegas Rio di hadapan anggota legislatif.
Mengangkat tema "Bersinergi Mewujudkan Morotai Unggul, Adil, dan Sejahtera", Rio mengajak seluruh elemen, baik eksekutif maupun legislatif, untuk menjadikan HUT ke-17 ini sebagai ruang refleksi. Ia menekankan pentingnya kejujuran dalam mengevaluasi sejauh mana kebijakan daerah benar-benar menjawab kebutuhan rakyat di tengah arus efisiensi.
"Visi-misi daerah harus menjadi kompas, bukan sekadar dokumen perencanaan. Saya mengajak kita semua untuk menghilangkan sekat-sekat perbedaan kepentingan. Kemajuan Morotai adalah tanggung jawab bersama," pungkasnya.
