Aspirasi Jabar || Sumedang - Kondisi Jembatan Cijurey di Desa Gendereh, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang yang mengalami kerusakan serius akibat tergerus hujan deras terus menjadi perhatian. Setelah dilakukan peninjauan langsung di lokasi, Kepala Desa Gendereh, Ahmad, berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk melakukan perbaikan, mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital bagi perekonomian masyarakat.
Ahmad menegaskan, keberadaan Jembatan Cijurey sangat penting bagi aktivitas warga sehari-hari. Selain menjadi jalur utama penghubung antar desa, jembatan ini juga menjadi akses utama masyarakat menuju pasar, sekolah, dan pusat pelayanan pemerintahan di Kecamatan Buahdua.
“Jembatan Cijurey ini akses vital perekonomian warga. Setiap hari masyarakat melintas untuk beraktivitas. Kalau dibiarkan tanpa perbaikan, kondisinya bisa semakin membahayakan, bahkan berpotensi roboh,” ujar. Ahmad.
Ia menjelaskan, pemerintah desa telah mengajukan permohonan perbaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui dinas terkait. Pengajuan tersebut diharapkan segera ditindaklanjuti agar kerusakan tidak semakin parah dan akses masyarakat tetap terjaga.
Menurut Ahmad, langkah cepat dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan, terutama mengingat kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan. Jika penanganan terlambat, dikhawatirkan longsoran pada Tembok Penahan Tanah (TPT) akan semakin melebar dan mengancam struktur utama jembatan.
“Permohonan perbaikan sudah kami sampaikan ke Pemkab melalui dinas terkait. Kami berharap segera ada penanganan. Jangan sampai menunggu kerusakan semakin parah atau terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Warga setempat pun mulai merasa khawatir dengan kondisi jembatan yang semakin rapuh. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan sebelum akses penghubung antar desa tersebut benar-benar terputus.
Jembatan Cijurey selama ini menjadi jalur strategis yang menghubungkan Desa Gendereh dengan wilayah sekitarnya, termasuk Desa Citaleus dan Karangbungur. Jika jembatan tersebut roboh, dampaknya tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berpotensi melumpuhkan aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat di wilayah Kecamatan Buahdua.
Dengan kondisi yang semakin mengkhawatirkan, masyarakat kini menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk segera melakukan perbaikan dan memastikan keselamatan pengguna jembatan tetap terjamin.
Jurnalis : Aep Mulyana
Editor : Asp. SP.
