Aspirasi jabar || Sumedang - Forum Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Sumedang melontarkan desakan tegas kepada DPRD setempat terkait kejelasan anggaran untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Aspirasi itu disampaikan dalam audiensi yang digelar di Gedung DPRD Sumedang, Jumat (24/04/2026).
Dalam forum tersebut, perwakilan BPD dari 93 desa menegaskan bahwa pelaksanaan Pilkades bukan sekadar agenda rutin, melainkan proses demokrasi yang membutuhkan dukungan anggaran pasti dan memadai. Mereka mengingatkan, sedikitnya ada delapan tahapan krusial yang harus dilalui, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga penyelesaian sengketa. Tanpa kepastian pendanaan, tahapan-tahapan itu berpotensi tersendat dan mengganggu kualitas demokrasi di tingkat desa.
Sorotan tajam juga diarahkan pada rencana penerapan sistem e-voting. Forum BPD menilai, penggunaan teknologi tersebut tidak bisa dipaksakan tanpa kesiapan matang. Mereka meminta kajian komprehensif serta dukungan infrastruktur yang memadai agar e-voting tidak justru menimbulkan persoalan baru di lapangan.
Tak berhenti di situ, BPD turut mendorong adanya peningkatan tunjangan kinerja bagi anggotanya. Menurut mereka, beban kerja BPD kini semakin kompleks, terutama dalam mengawal jalannya Pilkades agar tetap transparan, jujur, dan akuntabel.
Menanggapi berbagai tuntutan tersebut, DPRD Kabupaten Sumedang melalui Komisi I menyatakan akan melakukan penghitungan ulang kebutuhan anggaran Pilkades secara menyeluruh. DPRD juga berjanji menampung dan mengkaji setiap aspirasi yang disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan kebijakan.
“Seluruh masukan akan kami kaji secara komprehensif, baik dari sisi anggaran maupun kesiapan teknis. Ini penting agar pelaksanaan Pilkades berjalan sesuai harapan,” ujar salah satu anggota Komisi I.
DPRD pun menegaskan komitmennya untuk terus melakukan koordinasi dan monitoring bersama pihak terkait. Langkah ini dinilai krusial guna memastikan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 28 Oktober 2026 dapat berlangsung aman, lancar, serta menghasilkan kepemimpinan desa yang berkualitas.
Jurnalis : Aep Mulyana