Aspirasi Jabar || Purwakarta, 2 April 2026 – Antusiasme generasi muda Kabupaten Purwakarta untuk bergabung menjadi anggota Polri terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2026, sebanyak 134 pendaftar dari berbagai wilayah di Kabupaten Purwakarta mengikuti Penerimaan Terpadu Polri.
Dalam tahapan pemeriksaan administrasi (Rikmin) awal yang dilaksanakan di Mapolres Purwakarta mulai tanggal 31 Maret hingga 2 April 2026, sebanyak 109 peserta dinyatakan lolos verifikasi administrasi awal, terdiri dari 87 pria dan 22 wanita. Sementara sisanya tidak memenuhi syarat akibat kekurangan berkas, tidak memenuhi tinggi badan, hingga mengundurkan diri.
Peserta yang telah terverifikasi berasal dari berbagai jalur, antara lain Taruna Akpol, Bintara PTU SPKT, Bintara Intelijen, dan Bintara Polair.
Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi, yang menyampaikan keterangan atas nama Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, menjelaskan bahwa pemeriksaan administrasi awal dilaksanakan dengan menjamin transparansi. "Untuk menjamin transparansi, dalam proses rikmin panitia turut melibatkan pengawas internal dan eksternal," ujar Enjang pada Kamis (2/4).
Ia menjelaskan bahwa dalam tahapan seleksi ini, para peserta menjalani pengecekan kesehatan, pengukuran tinggi badan, serta pemeriksaan berkas ijazah pendidikan mulai dari SD, SMP, hingga SMA, termasuk pengecekan nilai pendidikan. "Selain pemeriksaan berkas, panitia juga melakukan pengukuran ulang tinggi badan peserta. Hal ini memastikan kesesuaian dengan persyaratan yang telah ditetapkan, baik untuk jalur Taruna Akpol, Bintara, maupun Tamtama," ungkapnya.
Enjang menambahkan bahwa seluruh tahapan seleksi menerapkan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH), serta diawasi secara ketat untuk mencegah praktik kecurangan. "Pemeriksaan administrasi awal merupakan tahap krusial dalam memastikan peserta memenuhi persyaratan sebelum melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya," tuturnya.
Selain itu, Polres Purwakarta juga telah melaksanakan penandatanganan pakta integritas secara virtual melalui Zoom di Aula SAR Polres Purwakarta. "Pakta Integritas ini bukan sekadar seremonial, tetapi komitmen bersama untuk memastikan seluruh tahapan penerimaan anggota Polri berjalan bersih, transparan, dan bebas dari praktik KKN," jelas Enjang.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh peserta dan orang tua agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. "Percayalah pada kemampuan diri sendiri. Polri menjamin proses seleksi dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.
Para peserta yang lolos verifikasi administrasi awal akan melanjutkan ke tahapan pemeriksaan administrasi di tingkat Polda Jawa Barat.
Editor : Redaksi
