Aspirasi Jabar || Purwakarta – Program Makan Bergizi (MBG) melalui Dapur Sukamanah 3 kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dengan menggandeng pelaku usaha lokal, mulai dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga para petani di wilayah sekitar. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata pemberdayaan ekonomi berbasis desa yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kolaborasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan bahan baku dapur, tetapi juga membuka ruang luas bagi petani lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok program MBG. Dengan demikian, distribusi ekonomi dapat berputar di tingkat desa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara kolektif.
Ketua Forum KDMP Kecamatan Bojong, Rian Haqi Khoirul Anwar, menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah strategis yang dilakukan oleh MBG Dapur Sukamanah 3. Menurutnya, inisiatif ini merupakan bentuk sinergi nyata antara program sosial dan penguatan ekonomi lokal.
“Ini adalah langkah yang sangat baik dan patut diapresiasi. MBG Dapur Sukamanah 3 tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat desa. Ini harus dijadikan contoh bagi wilayah lain,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan UMKM dan petani lokal merupakan fondasi penting dalam menciptakan kemandirian pangan desa. Dengan kemitraan yang inklusif dan berkelanjutan, program MBG tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga membangun kekuatan ekonomi desa dalam jangka panjang.
Ke depan, MBG Dapur Sukamanah 3 diharapkan terus konsisten dalam menggandeng potensi lokal, sehingga mampu menjadi model ideal pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi dan kemandirian ekonomi desa.
Editor : Redaksi
