Aspirasi Jabar || Sumedang - Pemerintah Kecamatan Buahdua menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Mitigasi Dampak El Nino terhadap sektor pertanian di Aula Rapat Kecamatan Buahdua, Senin. (6/4/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi tingkat Kabupaten Sumedang yang sebelumnya membahas potensi fenomena El Nino tahun 2026 berdasarkan informasi dari BMKG Provinsi Jawa Barat.
Rakor yang dihadiri unsur Forkopimcam, UPTD Pertanian, UPTD PU, Damkar, Peternakan dan Perikanan, para kepala desa, penyuluh pertanian, serta ketua Gapoktan se-Kecamatan Buahdua ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau panjang yang diprediksi akan berdampak pada produksi dan produktivitas pertanian.
Dalam pemaparannya, pihak kecamatan menyampaikan bahwa fenomena El Nino berpotensi menyebabkan suhu udara meningkat, curah hujan berkurang, serta kekeringan yang dapat mengancam ketersediaan air irigasi dan hasil panen petani. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis dan koordinasi lintas sektor agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir sejak dini.
Camat Buahdua, H. Kiki Hakiki, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi seluruh unsur pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman El Nino, khususnya pada sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Buahdua.
“Rakor ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi langkah nyata untuk menyatukan komitmen dan strategi dalam menghadapi potensi El Nino tahun 2026. Kita harus bergerak bersama, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, penyuluh pertanian hingga kelompok tani, agar dampak kekeringan terhadap produksi pertanian bisa ditekan semaksimal mungkin,” ujar. Camat Buahdua dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan kekeringan, pengaturan pola tanam, serta optimalisasi sumber air yang ada agar kebutuhan pertanian tetap terpenuhi.
“Saya meminta seluruh kepala desa dan UPTD terkait segera melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan dan menyiapkan langkah mitigasi seperti pengaturan jadwal tanam, penggunaan varietas tahan kering, serta pemanfaatan sumber air alternatif. Kita tidak boleh menunggu dampak terjadi, tetapi harus siap sejak sekarang,” tegasnya.
Selain itu, Camat Buahdua mengajak seluruh pihak untuk menjaga koordinasi dan komunikasi agar setiap potensi permasalahan di lapangan dapat segera ditangani secara cepat dan tepat.
Rakor ini diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dalam menghadapi El Nino, sehingga sektor pertanian di Kecamatan Buahdua tetap produktif dan ketahanan pangan masyarakat dapat terjaga meskipun menghadapi ancaman musim kemarau panjang.
Dengan digelarnya rapat koordinasi ini, Pemerintah Kecamatan Buahdua menunjukkan komitmen kuat dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim serta melindungi kepentingan petani dan masyarakat secara luas.
Jurnalis : Aep Mulyana
Editor : Asp. SP.
