Aspirasi Jabar || Morotai - Empat desa di Kabupaten Pulau Morotai segera menggelar pemilihan kepala desa antar waktu (PAW), menyusul kekosongan jabatan definitif akibat berbagai persoalan, mulai dari sengketa hingga pejabat sebelumnya meninggal dunia dan mengundurkan diri.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pulau Morotai, Muzakir Sibua, menyampaikan bahwa tahapan pelaksanaan Pilkades antar waktu sudah mulai berjalan. Dari empat desa tersebut, tiga desa di antaranya telah membentuk panitia pemilihan, yaitu Desa Sambiki Baru, Desa Sabala, dan Desa Seseli Jaya.
“Panitia sudah terbentuk dan kami akan segera melakukan sosialisasi sekaligus bimbingan teknis terkait pelaksanaan Pilkades antar waktu,” ujar Muzakir saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, pihaknya juga telah mulai melakukan sosialisasi di sejumlah desa. Untuk Desa Sambiki Baru, sosialisasi telah dilaksanakan, sementara Desa Sabala dijadwalkan menyusul.
Lebih lanjut, Muzakir mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pilkades di empat desa tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai kondisi. Desa Seseli Jaya dan Desa Sabala sebelumnya mengalami sengketa, sementara di Desa Sambiki Baru, kepala desa sebelumnya meninggal dunia. Adapun di Desa Tanjung Sale, kepala desa mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Terkait mekanisme pemilihan, Muzakir menegaskan bahwa Pilkades yang dilaksanakan merupakan pemilihan antar waktu, sehingga tidak dilakukan melalui pemungutan suara langsung oleh seluruh masyarakat.
“Pemilihan dilakukan melalui musyawarah desa, dengan melibatkan unsur perwakilan seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kelompok tani, kelompok nelayan, serta perwakilan dari masing-masing RT,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap RT akan mengirimkan perwakilan maksimal lima orang dalam proses musyawarah tersebut, menyesuaikan dengan kondisi wilayah yang tidak menggunakan sistem dusun.
Seluruh tahapan teknis pemilihan akan dilaksanakan oleh panitia yang telah dibentuk di masing-masing desa. Pemerintah daerah pun menargetkan seluruh proses Pilkades antar waktu ini dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
“Kita pastikan bulan depan sudah tuntas. Saat ini kami terus menggenjot sosialisasi dan bimbingan teknis di desa-desa yang panitianya sudah terbentuk,” pungkasnya. Laporan : (Oje)
