-->

Notification

×

Iklan

Belum Diserahterimakan, Proyek Irigasi di Cilangkap Sudah Ambrol: Warga Curiga Ada yang Tak Beres”

1 Jun 2026 | Juni 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-01T13:46:19Z

Aspirasi jabar || Sumedang - Proyek rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi usaha tani di Desa Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang kembali menuai sorotan. Bagaimana tidak, pekerjaan yang belum memasuki tahap serah terima itu dikabarkan sudah mengalami kerusakan serius. Salah satu sisi saluran ambrol sepanjang sekitar 45 meter.

Secara kasat mata, kerusakan itu memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Bukan karena sekadar harus diperbaiki ulang tetapi karena warga menilai lokasi pekerjaan berada di area datar, bukan kawasan tebing atau titik dengan tekanan tanah ekstrem. Kondisi tersebut membuat sebagian warga mempertanyakan kualitas pelaksanaan hingga proses pengawasan proyek.

Proyek yang bersumber dari APBD kabupaten Sumedang tahun 2026 melaui Dinas Pertanian dan ketahan pangan Kabupaten Sumedang itu dikerjakan oleh CV Karitama Jaya. Namun fakta di lapangan memunculkan isu lain yang tak kalah serius, pekerjaan disebut-sebut disubkontrakkan kembali.

Lebih mengejutkan lagi, berdasarkan keterangan pelaksana , dari nilai kontrak sebesar Rp189.970.000, pelaksana proyek disebut hanya menerima pembayaran sekitar Rp90.000.000. Jika informasi tersebut benar, publik tentu berhak mempertanyakan bagaimana kualitas pekerjaan dapat dijaga apabila terjadi pemangkasan berlapis dari nilai kontrak hingga pelaksanaan teknis di lapangan.

Sejumlah warga menilai, ambrolnya bangunan sebelum serah terima bukan semata persoalan cuaca atau faktor alam. Mereka mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap proses pelaksanaan, pola pengerjaan, hingga pengawasan proyek agar penggunaan uang negara benar-benar menghasilkan infrastruktur yang layak dan tahan lama.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi yang komprehensif terkait penyebab ambrolnya bangunan maupun klarifikasi atas dugaan adanya subkontrak dan perbedaan aliran pembiayaan pelaksanaan proyek.

Yang jelas, bagi warga, irigasi bukan sekadar bangunan beton melainkan urat nadi pertanian. Ketika proyek yang belum selesai saja sudah runtuh, pertanyaan publik pun runtuh menjadi satu: apakah yang dibangun benar-benar untuk kepentingan petani, atau hanya untuk mengejar administrasi proyek semata. 


Jurnalis : Aep Mulyana
×
Berita Terbaru Update