-->

Notification

×

Iklan

Menelusuri Jejak Sejarah, kiki Hakiki camat Buahdua pertama yang Inisiasi Hari lahirnya Buahdua.

5 Jun 2026 | Juni 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-05T11:28:57Z
Aspirasi jabar || Sumedang – Sebuah langkah bersejarah dilakukan Kecamatan Buahdua dalam upaya menggali dan merawat identitas daerah. Atas inisiatif Camat Buahdua, H. Kiki Hakiki, digelar rapat penentuan titimangsa atau hari lahir Buahdua yang berlangsung di Aula Rapat Desa Buahdua, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Buahdua untuk menelusuri kembali akar sejarah wilayahnya yang selama ini belum memiliki penetapan resmi mengenai hari lahir kecamatan. Rapat dihadiri para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh bidang hukum, para kepala desa se-Kecamatan Buahdua, serta berbagai unsur masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pelestarian sejarah daerah.

Untuk memperkuat kajian historis, panitia menghadirkan narasumber Agus Mulyana, Pamong Budaya dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat, Kementerian Kebudayaan. Dalam pemaparannya, Agus menjelaskan pentingnya penetapan hari jadi sebuah daerah berdasarkan sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.

Berbagai dokumen sejarah menjadi bahan kajian dalam forum tersebut, mulai dari arsip pemerintahan masa kolonial Belanda, catatan administrasi wilayah, hingga berbagai sumber sejarah lokal yang menggambarkan perjalanan panjang Buahdua dari masa ke masa.

Menurut H. Kiki Hakiki, kegiatan tersebut dilandasi kepedulian terhadap sejarah dan identitas Buahdua yang selama ini belum memiliki hari lahir yang disepakati secara resmi.

"Buahdua merupakan salah satu wilayah tertua di Kabupaten Sumedang. Daerah ini memiliki kekayaan sejarah, budaya, serta jejak perjuangan yang sangat besar. Namun hingga saat ini belum pernah ada penetapan resmi mengenai hari lahir Buahdua karena keterbatasan penggalian sumber dan dokumen sejarah," ujarnya.

Buahdua sendiri memiliki posisi penting dalam sejarah Kabupaten Sumedang. Selain dikenal sebagai wilayah dengan tradisi budaya yang kuat, daerah ini juga memiliki catatan perjuangan yang cukup menonjol. Dalam berbagai literatur dan cerita masyarakat, Buahdua bahkan dikenal dengan sebutan "Jogja Dua", sebuah julukan yang menggambarkan semangat perjuangan masyarakatnya pada masa perjuangan kemerdekaan.

Diskusi berlangsung cukup panjang dan dinamis. Para peserta rapat menelaah berbagai dokumen, data historis, serta argumentasi akademis yang disampaikan narasumber. Setelah melalui proses pembahasan yang mendalam dan berdasarkan bukti-bukti sejarah yang tersedia, forum akhirnya mencapai kesepakatan bersama.

Tanggal 1 April 1874 ditetapkan sebagai Hari Lahir Buahdua, sebuah keputusan yang dianggap paling kuat secara historis berdasarkan dokumen dan sumber yang berhasil dihimpun.

Kesepakatan tersebut disambut antusias oleh para peserta rapat. Penetapan hari lahir ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat identitas daerah, meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap sejarah lokal, sekaligus menjadi landasan untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan perjuangan yang diwariskan para pendahulu.

Lebih dari sekadar penentuan tanggal, keputusan ini menjadi simbol penghormatan terhadap perjalanan panjang Buahdua sebagai salah satu wilayah bersejarah di Kabupaten Sumedang. Dengan adanya hari lahir yang telah disepakati, generasi mendatang diharapkan semakin mengenal dan menghargai warisan sejarah daerahnya sendiri.

Kini, setelah sekian lama menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Sumedang tanpa memiliki penanda resmi hari jadinya, Buahdua akhirnya menemukan titik pijak sejarahnya. Tanggal 1 April 1874 akan dikenang sebagai tonggak kelahiran yang menyatukan memori, identitas, dan kebanggaan masyarakat Buahdua.



Jurnalis : Aep Mulyana
×
Berita Terbaru Update